Dalil

Saya heran, kenapa ada orang yang risih ketika orang bertanya tentang dalil untuk suatu hal yang kita belum tahu hukumnya. Saya lebih heran lagi kenapa ada orang yang heran pula dengan fenomena seringnya keluar perkataan kita harus kembalikan ke dalil, Al Quran dan Sunnah. Bagi yang baru belajar agama, baru kembali mencoba meniti jalan yang benar justru adanya dalil itu sangat diperlukan. Positif thinking sajalah, ketika ada orang yang bertanya apakah ada dalil untuk hal tertentu artinya orang tersebut sedang mau belajar, mau hidupnya selamat dan terhindar dari perbuatan yang tidak berdasar dan tidak ada dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Tentunya untuk melihat apakah dalil tersebut kuat atau tidak membutuhkan ilmu juga, disitulah kita disuruh belajar, membaca, bertanya pada guru, mendengar kajian, apa saja sarana belajarnya.

Memang untuk masuk Islam secara kaffah (menyeluruh) itu tidak mudah, butuh proses, butuh perjuangan dan pasti butuh belajar ilmu. Seperti kata seorang ustadz, masuk surga itu susah, gak gampang, dulu ketika kamu sekolah untuk bisa lulus saja kamu harus belajar dan berusaha keras apalagi untuk masuk surga. Dan bertanya tentang dalil adalah salah satu cara pembelajaran juga. Jadi tak perlu lah risih kalau ada orang bertanya tentang dalil, kalau tidak tahu ya kita bilang tidak tahu, kalau tahu ya disampaikan. Tak perlu sentimen akut dan berlebihan atau malah menyalahkan orang yang bertanya, bayangkan kalau tak ada yang memperdulikan dalil, kita akan berjalan tanpa acuan, tanpa petunjuk, setiap orang pasti bebas menginterpretasikan ibadah dan amalan sesuka hatinya atau sebenarnya kerisihan dan emosi kita akan dalil itu hanya memperturutkan hawa nafsu saja ???

Advertisements
Posted in religi | Leave a comment

Californication (part 1)

Ini adalah cerita perjalan ke Amerika, September 2014 saat dimana kondisiku dan harga minyak lagi jaya-jayanya, kalau sekarang ya jaya juga dalam artian yang berbeda. Untuk mengenang kejayaan itulah cerita lama ini rasanya penting untuk ditulis.

Jujur, dulu tidak pernah terbayang akan pernah menyambangi tanah Amerika. Tapi, kesempatan itu datang, aku menyambangi Amerika Serikat, USA kawan!!!,,negara yang katanya paling adidaya setelah runtuhnya hegemoni Soviet, sebuah penyeimbang. Kepentingan ke negara ini adalah untuk training dari kantor (jauh amat yak training nya). Untuk cerita kali ini aku mungkin hanya akan bercerita tentang kota-kota yang aku kunjungi di Amerika tepatnya di negara bagian California, sedangkan untuk bahan trainingnya mungkin akan aku tulis di bagian tersendiri.

SAN FRANCISCO

Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh dari Jakarta, transit Dubai dan lanjut ke Amerika, akhirnya sampailah di bandara San Francisco (SFO), pintu masuk ke kota San Francisco. San Francisco merupakan kota terpadat ke empat di negara bagian California. Kota ini terletak di pantai Barat Samudra Pasifik dan menjadikannya sebagai kota yang sangat indah. Karena keindahan kota ini, menjadikannya salah satu destinasi wisata di Amerika. Selain itu kota ini juga menjadi pusat keuangan, budaya, pendidikan dan transportasi. Arsitektur bangunan di kota ini merupakan gabungan modern dan klasik, aku sangat suka melihat model-model rumah art deco yang menjadi tipikal rumah di sini.  Untuk transportasi, jika ingin keliling kota San Francisco kita bisa menggunakan tremline/cable car yang menjadi icon kota ini. Percayalah anda pasti akan ketagihan naik cable car sembari melihat suasana  San Francisco yang indah. Selain cable car, kita juga bisa naik city bus tour. Dengan membayar 40 dolar anda akan diajak melewati pusat pusat kota dan tempat tempat bersejarah di San Francisco. Bus ini ada 24 jam dan ketika naik kita dapat memperoleh penjelasan tentang tempat-tempat yang kita lewati melalu radio yang terpasang di bus. Banyak tulisan yang menyanjung kota ini sebagai kota yang indah dan setelah ada disini aku setuju 100% dengan hal itu, kota ini benar-benar indah. September merupakan peralihan musim panas menuju musim dingin, membuat cuaca di sini sangat sejuk dan menyenangkan.

Arriving at SFO International Airport

The street of San Francisco

Love the architecture !!!

Cable car, one of the public transportation in San Francisco

City bus tour, only 40USD will bring you enjoy the San Francisco

Banyak tempat yang bisa kita kunjungi selama di San Francisco diantaranya adalah :

Union Square

Bisa dikatakan ini adalah alun-alun kota San Francisco. Disini akan kita jumpai orang-orang yang duduk santai menikmati suasana kota. Banyak deretan pertokoan kita jumpai disini begitu pula dengan coffe shop dan penjual makanan. Biasanya alun alun ini juga dijadikan tempat pagelaran acara atau festival dan kebetulan ketika aku datang, di Union Square sedang ada pameran lukisan. City bus tour yang aku jelaskan di atas tadi berangkat dan berhentinya adalah dari Union Square ini.

Union Square, San Francisco

China Town

Anda pasti paham, dimanapun dibagian bumi ini bangsa Cina pasti ada. Bahkan dalam setting cerita Lucky Luke, cowboy jagoan menembak itu bangsa Cina sudah menempati daerah Amerika dan sering digambarkan sebagai yang mempunyai usaha binatu (laundry kalau jaman sekarang). Demikian juga di San Francisco, pusat populasi mereka ada di Chinatown, daerah ini tidak begitu jauh dari Union Square kita bisa menempuhnya dengan berjalan kaki dengan menggunakan peta tentunya. Malam hari, Chinatown akan bersolek dengan deretan lampion-lampion merahnya. Didaerah ini juga banyak deretan pertokoan yang menjual souvenir dan pernak pernik bertemakan San Francisco, tak adalsahnya membeli souvenir disini karena harganya yang lebih murah. Di ChinaTown juga banyak restoran-restoran Asia yang bisa menjadi pilihan ketika ingin mencari makanan.

Welcome to Chinatown

Red Lantern formation

Golden Gate Bridge

Jembatan yang luar biasa indahnya ini adalah tujuan utama ku di San Francisco. Karena ia sudah jadi icon dari kota yang menawan ini. Jembatan yang selama ini hanya bisa dilihat di film-film atau di internet harini bisa aku kunjungi. Golden Gate Bridge banyak disepakati orang sebagai jempabatan yang paling indah di dunia, dibangun pada tahun 1937 pada zaman Pemerintahan Roosevelt. Dengan panjangnya yang mencapai 2 km, jembatan ini menghubungkan kota San Francisco dengan Kabupaten Marin, California. Warna merahnya yang gagah dari kejauhan akan mudah dikenali. Disarankan waktu untuk datang ke tempat ini adalah pada pagi hari, karena kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa dramatis dan indah, karena sebagian jembatan ini akan tertutup kabut Pasifik menyisakan tiang tiang kokoh bagian atas yang berwarna merah, dan perlahan lahan kabut-kabut ini akan hilang seiring makin naiknya matahari. Aku mengerti sekarang kenapa Sapardi Djoko Damono sampai membuat puisi yang juga indah tentang golden Gate Bridge ( Judul : Kartu pos bergambar jembatan Golden Gate San Francisco). Aku sampai datang dua kali ke jembatan ini, pertama bersama teman-teman dan esok harinya sendirian, bukan apa-apa karena bagiku duduk berlama-lama sambil menikmati pemandangan di sini sangat menyenangkan. Namun dari beberapa informasi yang aku dapat, catatan keindahan jembatan ini menjadi sedikit ternoda karena dulu jembatan ini banyak digunakan orang untuk bunuh diri. Dan karena itulah mungkin teralis-teralis pembatas jembatan yang ada di sisi kiri dan kanan semakin dibuat tinggi, mencegah orang untuk terjun bebas ke laut. Kita bisa menikmati dan menulusuri jembatan ini dengan aman karena pemerintah setempat sudah menyediakan jalur untuk pejalan kaki dan sepeda di sisi kiri dan kanan jembatan.

Welcome to Golden Gate Bridge

The gate and the blue ocean

With friends

Golden Gate Bridge from another point of view

Lombard Street

Jalan ini sangat terkenal, dan termasuk jalan yang paling unik di dunia. Keunikan jalan ini adalah bentuknya yang berkelok-kelok dan menurun, sebenarnya jalan ini tidak panjang namun karena bentuknya yang unik menjadikannya terkenal, ditambah lagi kiri kanannya dipercantik dengan deretan bunga-bunga yang berwarna warni. Untuk ke Lombard Street kita bisa menggunakan tremline/cable car. Yang aku sukai di sini selain jalannya yang unik adalah ketika berdiri di titik tertingggi dari jalan ini dan jika memandang lurus ke depan maka kita akan bisa melihat deretan perumahan San Francisco yang berwarna putih dan berpadu dengan birunya laut serta perbukitan.

Lombard Street

View from the highest poin of Lombard Street, San Francisco what a beautiful city !!!

Fisherman Wharf’s San Francisco

Hari-hari terakhir di San Francisco aku bersama temanku memutuskan untuk pergi ke Fisherman Wharf dan menginap disana. Fisherman Wharf ini merupakan daerah pelabuhan yang ada di San Francisco. Dari hotel di pusat kota, menggunakan taksi membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di Fisherman Wharf. Ketika sampai, hari menjelang sore, dan saat ini orang tumpah ruah ke jalan menikmati suasana khas kota pelabuhan. Benar-benar ramai. Aku bergegas chek in di hotel, taruh barang dan langsung bergegas ingin ikut menikmati sore di Fisherman Wharf’s. Sepanjang jalan kita akan menjumpai deretan restoran, toko-toko baju dan tidak ketinggalan atraksi-atraksi seniman di San Francisco berupa tarian, melukis, permainan musik dan berbagai macam pertunjukan seni lainnya. Icon kota ini adalah tugu yang bergambar kepiting (Crab), ya daerah ini terkenal dengan makanan kepitingnya.

Welcome to Fisherman Wharf of San Francisco

People enjoying the day in Fisherman Wharf

Musical performance, we can find so many art performance in here

So classic !!!

Banyak tempat yang bagus yang bisa kita kunjungi di Fisherman Wharf. Disini kita bisa menjumpai museum atau kumpulan benda-benda antik dan permainan antik yang masih bisa berfungsi. Melihat nya akan membawa kita jauh mundur ke puluhan atau mungkin ratusan tahun ke belakang. Seperti kotak musik klasik, piano klasik, motor-motor antik dan diorama dari oil field jaman dulu.

One of the classic music toy

Oil fields

Sebagai kota pelabuhan, Fisherman Wharf terdiri dari beberapa dermaga yang disebut sebagai Pier, dan ada banyak Pier mungkin sampai 60, salah satu Pier yang paling terkenal adalah Pier 39 dan menjadi destinasi utama para wisatawan jika berkunjung ke Fisherman Wharf. Begitu memasuki Pier 39, kita akan disambut oleh kumpulan singa laut yang sedang berjemur dan bermalas-malasan. Suara khas mereka seperti ingin menyapa dan mengucapkan selamat datang. Pier 39 bukanlah habitat singa laut, mereka mulaia ada di sini ketika terjadi gempa pada tahun 1989. Awalnya jumlah mereka hanya 10-50 ekor namun makin lama makin bertambah dan mencapai puncaknya pada tahun 2009 dimana jumlah mereka ada sekitar 1700 ekor. Ketika musim panas mereka akan berenang ke Selatan untuk menyambut musim kawin dan jumlahnya akan bertambah lagi di Pier 39 ini sekitar minggu pertama di bulan Agustus.

Welcome to the most popular Pier in Fisherman Wharf, Pier 39

Say hello to sea lion, they just have a nap

The Pier

Sebelum masuk lebih jauh ke Pier 39, sempatkanlah melihat ke arah lautan lepas, ditengah kita akan menjumpai sebuah pulau kecil dengan bangunan besar di atasnya, ya itulah penjara Al Catraz yang terkenal itu. Kita bisa mengunjunginya dengan kapal namun untuk kali ini karena waktu plesiran yang tidak banyak cukuplah melihat bangunan bersejarah itu dari jauh.

The AlCatraz

Bangunan-bangunan dan pertokoan di Pier 39 ini rata-rata dibuat dengan kayu dan bergaya klasik yang warna-warni, begitu masuk lebih jauh ke dalam kita akan bisa menemukan banyak hiburan seperti komedi putar, pertunjukan sulap, sirkus dan lain-lain. Di sini kita juga dapat menemukan restoran kepiting yang terkenal itu, Bubba Gump. Jika kalian ingat film fenomenal Tom Hanks Forest Gump, maka kita kan mengerti sejarah bagaimana restoran terkenal ini bisa berdiri. Ada lagi toko yang menjual poster-poter keren baik dari para artis terkenal, penyanyi legendaris ataupun pemandangan khas San Francisco. Rata-rata posternya bernuansa vintage dan retro. Rasanya ingin aku beli beberapa poster namun aku batalkan karena khawatir akan susah membawanya kelak dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Satu lagi tempat di Pier 39 yang membuatku betah berlama-lama di dalamnya adalah sebuah toko yang menjual barang-barang asli milik tokoh-tokoh terkenal. Disini kita bisa menjumpai gitar Edge nya U2, kupulan album Pearl Jam, vinylnya The Beatles, Gitarnya BB King, sabuk juara dan sarung tinjunya Muhammad Ali dll. Semua koleksi itu lengkap dengan tanda tangan artisnya dan dipigura rapi. Kalau dikonversikan ke rupiah harganya cukup mahal.

Inside the Pier

Inside the Pier

Bubba Gump Restaurant

Inside the Bubba Gump

All about poster

Awesome collection in this shop

The Champ !!! one of its is Muhammad Ali’s stuff

Senja telah datang, malam segera tiba di Fisherman Wharf, namun aku dan temanku masih terlalu malas untuk kembali ke Hotel. Akhirnya kami memutuskan untuk naik train yang rute perjalanannya di awalai di Fisherman Wharf. Tanpa tujuan, hanya ingin tahu sampai kemana train ini akan membawa kami, pastinya nanti akan kembali lagi ke Fisherman Wharf. Setelah melewati beberapa bagian kota, akhirnya kami sampai ke pemberhentian terakhir train ini sebelum nanti akan kembali ke rute menuju Fisherman Wharf. Semua penumpang sudah pada turun, tinggal aku dan temanku, kami malas turun karena toh sebentar lagi train nya akan jalan dan berputar kembali ke Fisherman Wharf. Tapi masinisnya seorang Mexican dengan logatnya yang khas menyuruh kami untuk turun dan menyarankan melihat-lihat suasana kota, karena jadwal keberangkatan kereta masih ada 1 jam an lagi. Dia mengucapkan itu sambil tersenyum penuh arti padaku dan temanku. Akhirnya kami pun turun. Alangkah syok, kaget dan jijiknya kami ketika mendapatai kenyataan bahawa tempat pemberhentian terkahir kereta ini ternyata adalah lokasi pusatnya gay atau kaum homo nya San Fransisco. Orang-orang berlalu lalang berpasang-pasangan, namun sejenis. Baru kali ini aku lihat dnegan mata kepala ku sendiri mereka jalan sambil bergandengan tangan, aaarrghghhhh pantas si Meksiko tadi menyuruh kami turun sambil tersenyum. Seketika juga cerita kaum nabi Luth itu melintas di kepala. Akhirnya aku dan teman ku saling berpandangan dan tertawa, dan bergegas masuk ke dalam kereta dari pada berlama-lama duduk berdua disini, nanti nya disangka sejenis dengan kaum sesat itu.

Good night San Francisco

Jadwal checkout dari Hotel adalah siang hari sekitar jam 12. Jadi masih ada beberapa jam untuk menikmati Fisherman Wharf, jadilah pagi hari aku susuri kembali jalanan Fisherman Wharf yang sepi, orang-orang mungkin masih tidur, dan memang aktivitas di sini ramainya dimulai saat siang sampai malam. Matahari San Francisco makin meninggi walau tetap saja sejuk, Alcatraz yang diam masih terlihat di ujung sana. Sampai juga waktu untuk meninggalkan San Francisco, kota yang sangat indah, dan suatu hari nanti aku ingin kembali datang ke kota yang menawan ini.

Good bye San Francisco

Selamat Tinggal San Francisco !!!!

 

Posted in dunia kerja, liburan, luar negri | Tagged | Leave a comment

Escape to Papandayan

Ini adalah cerita lama yang belum sempat ditulis.

Pernah merasa jenuh dengan rutinitas kantor ? begitulah yang sedang dialami oleh 6 orang pegawai kantoran sebuah perusahaan asing di bilangan Jakarta Selatan, sekitar akhir 2015.

Akhirnya kami ber-enam memutuskan untuk pergi berlibur bersama dengan syarat no wife dan no children. Kemana kita akan pergi ??,,,setelah berunding dan mencari alternatif tempat liburan yang asik kami memutuskan untuk pergi mendaki gunung Papandayan, Garut. Berikut kisahnya….

Sebelum keberangkatan

Kami disibukkan dengan persiapan melengkapi perlatan mendaki gunung, maklum sudah sangat lama tidak mendaki, terkahir kali waktu jaman kuliah. Untungnya di Depok aku tidak begitu susah menemukannya karena banyak sekali toko outdoor di Depok dan memang seperti itulah polanya , dimana banyak kampus dan mahasiswa pasti banyak toko outdoor, disamping bisnis foto kopi pastinya :).

Carrier dan perlengkapan mendaki

Selain peralatan mendaki, satu hari sebelum berangkat kami juga mesti belanja logistik dan keperluan lainnya selama perjalanan dan untung nya, di sebelah kantor ada supermarket, jadi tidak perlu repot-repot lagi mencari tempat belanja. Hasil belanjaan ini akan di taruh di kantor untuk dibawa besok. Start perjalanan adalah dari kantor, hari Jumat selepas jam kerja, ehem..

berburu logistik sebelum mendaki

Perjalanan Menuju Garut

6 orang dengan barang bawaan yang seabrek dalam satu mobil Fortuner. Desak-desakan pastinya dan garansi anda tidak akan bisa tertidur walau mata sudah mulai lelah. Keseruan perjalanan ditambah dengan obrolan-obrolan ringan yang bisa membuat tertawa dan mengusir kantuk. Hari semakin gelap, magrib telah lewat, kami belum sampai Garut. Makan malam kami habiskan di sebuah warung makan menuju Garut, apa ya namanya, tapi cukup enak lah untuk perut-perut yang lapar.

Makan malam sebelum sampai Garut

Landing on Garut

Kami sampai di Garut sudah cukup larut. Memang seperti rencana awal, sebelum naik Papandayan sehari sebelumnya kami ingin santai-santai dulu di Garut, ya namanya naik gunung hura-hura jadi tidak seperti jaman kuliah dulu yang nestapa :). Untuk itu malam ini kami akan menginap di resort Sumber Alam Garut yang sudah dipesan sebelumnya. Satu villa ramai-ramai. Atur-atur tas, perlengkapan dan pemilihan tempat tidur dan pasangan tidur, selanjutnya kita berendaaaam. Kebetulan villa nya ada pool air panas,,jadilah 6 orang bapak-bapak ini berendam sama-sama  :). Nah selepas berendam, perut pasti lapar donk. Mari keluar menelusuri dinginnya malam Garut.

 

Pagi hari Garut cerah dan sejuk, dan villa Sumber Alam ini (http://www.resort-kampungsumberalam.com/)  sangat bagus untuk bersantai. kalau lah tidak ingat hari ini akan mendaki rasanya akan betah berlama-lama duduk di teras villa sambil menikmati pagi.

Sumber Alam Garut

Sumber Alam Garut

 

Hari Pendakian

Check out dari Sumber Alam kami bergegas menuju ke rumah salah satu orang teman (Bos Rino) yang mana mertuanya adalah orang Garut, jadi kami akan dijamu makan siang dan diberi logistik untuk bekal selama mendaki (tuh kan gimana gak manja pendakian kali ini J). Setelah bersilaturrahmi di rumah Rino, kami melanjutkan perjalanan dan sampai di pos registrasi Papandayan sekitar pukul 11. Isi buku tamu dan bayar uang retribusi . Tak pernahlah aku memulai pendakian di tengah panas begini, biasanya jaman kuliah dulu pendakian selalu dimulai malam sehingga bisa sunrise ketika di puncak, namun karena ini mendaki kategori wisata, hura-hura dan manja ya kita nikmati saja :). Bagi pendaki pemula, atau bagi pendaki yang sudah lama pensiun mendaki Gunung Papandayan yang mempunyai ketinggian 2665 m ini sangat direkomendasikan. Trek yang tidak terlalu berat dan fasilitas yang disediakan gunung ini pun cukup “mewah”. Bayangkan, disini ada guide sekalian porter yang bisa membantu kita menunjukkan jalan sekaligus membawa barang-barang kita. Masih kurang, tenang disini juga ada jasa semacam ojek motor yang bisa bawain logistik kita sampai ke base camp untuk camping nanti. Dan jangan heran, di tengah pendakian kita akan bisa menjumpai warung-warung untuk istirahat lengkap dengan es teh manis, gorengan dan mi rebus :). Seru dan menyenangkan bukan??  Makanya karena trek gunung ini yang bersahabat tidak sedikit pendaki yang saya liat membawa anak kecil.

Foto dulu sebelum mendaki 🙂

Trek awal Papandayan yang dipenuhi bebatuan

Beberapa kawah dengan aktivitas gunung api bisa di jumpai di sepanjang trek pendakian

Gigir yang curam dengan beberapa vegetasi di bawahnya

Kawah Papandayan

Spot yang paling saya suka di trek pendakian ini adalah kawasan yang dikenal dengan nama hutan mati. Disini anda akan melihat banyak batang-batang pohon yang berdiri tegak dan tidak ada daunnya, mungkin ini sisa-sisa dari erupsi terakhir yang terjadi di Papandayan. Sungguh pemandaangan yang indah, deretan hutan mati dengan latar belakangnya bukit bukit yang hijau dan menjulang. Kami cukup lama menghabiskan waktu di spot ini, sekedar istirahat dan mengambil foto sebagai rekam jejak pendakian.

Selamat datang di Hutan Mati

Hutan Mati

Hutan Mati

Menjelang sore, kami sampai di base camp untuk para pendaki camping, namanya Pondok Salada. Lagi-lagi saya dibuat kaget, ramai sekali orang di sini, seperti pasar, semua sudut dipenuhi tenda dan orang lalu-lalang. Kalau menilik dari usia, rata-rata mereka kebanyakan anak-anak SMU. Tenda yang kami bawa amatlah besar dengan warna yang mencolok, oranye, akhirnya tenda ini berhasil menjadi pusat perhatian orang-orang, seperti tenda panitia dalam suatu acara :). Malamnya dihabiskan dengan ngopi, makan, ngobrol apa saja. Aku lupa pukul berapa bisa tidur yang pasti tak akan nyenyak. Karena orang begitu ramai, belum lagi diselingi suara gitar atau portable music player. Benar-benar ramai. Tapi suasana yang kami cari berhasil kami dapatkan disini, keakraban, suka cita, persahabatan terjalin selama naik gunung kali ini. Ini adalah salah satu liburan terbaik bersama teman-teman yang pernah aku punya. Satu hal yang menyiksa di camping ground ini adalah ketika anda mau ke toilet. Disini ada beberapa toilet yang khusus disediakan untuk para pendaki, tapi karena pendaki kali ini sangat ramai jadilah anda harus rela antre lama jika ingin ke toilet. Kadang kalau kelamaan aku tuntaskan di semak belukar saja :).

Tak ada yang banyak diperbuat pagi harinya, aku seperti para pengunjung lain berusaha mencari spot terbaik untuk memotret sunrise, namun kurang beruntung, pagi ini cukup mendung sehingga matahari tidak memperlihatkan bentuk terbaiknya. Aku dan teman teman berdiskusi, apakah kita akan ke puncak pagi ini ? dan semuanya sepakat tanpa perdebatan kalau tidak usah ke puncak, kita disini aja di camping ground. Semua berasalan puncak akan ramai dan suasana yang didapat sepertinya sama dengan disini :), padahal alasan sebenarnya adalah malas dan ingin santai- santai saja di tenda.

Sunrise Papandayan

Menjelang siang, tenda dirapikan dan semua perlengkapan disiapkan, kami memutuskan untuk turun. Trek turun berbeda dengan saat naik, lebih berdebu dan karena kita turun maka debunya akan semkin banyak, jadi masker sangat berarti saat ini. Menjelang sampai pos lapor di bawah, untuk menghilangkan haus di bawah terik matahari kita bisa menghampiri penjual es kelapa muda yang siap dengan kelapa segar dan batu esnya 🙂 .

Perjalanan pulang

Menikmati Papandayan sebelum berlalu

Balik Ke Jakarta

Dunia selalu dua sisi, ada gelap ada terang, ada baik ada buruk, demikian juga dengan sebuah perjalanan, ada datang dan ada pulang. Saatnya untuk pulang, sebenarnya pilhan paling arif setelah lelah dan penuh debu sehabis turun dari Papandayan adalah mandi dan berendam di kolam air panas di Garut. Namun karena waktu yang semakin siang kami memutuskan untuk segera pulang dan bersih-bersihnya nanti di restoran sekalian shalat dan makan siang. Berbeda pada saat berangkat dari Jakarta, perjalanan pulang ini tidak terlalu banyak senda gurau di mobil, sepertinya pada kecapean, kecuali bos Rino yang ada di belakang kemudi, tenaganya gak ada habisnya bagaikan kuda :). Malam sudah cukup lama ketika kami sampai di Jakarta, laron-laron lampu kendaraan dan bisingnya kota segera menggantikan isi telinga dan pandangan setelah kemaren dimanjakan olehnya hijaunya pepohonan dan sejuknya pegunungan. Saatnya kembali ke rumah.

Demikian sedikit cerita tentang liburan kali ini yang sangat seru, menyenangkan dan pastinya tak akan terlupa.

The Guys

(terimakasih untuk kawan-kawan yang sudah bersama-sama menikmati indahnya Papandayan : Bos Rino, Om Teguh, Abah Apri, Mas Wawan dan Umam)

 

Posted in dunia kerja, hobbies, liburan | Tagged , | Leave a comment

A day with Parents

Beberapa hari sebelumnya Alif, anakku mengabarkan kalau ada undangan buat ku dari pihak sekolah untuk memberikan presentasi tentang profesi orang tua. “A day with parents” begitulah temanya kira-kira. Dan Alif dengan memaksa berkata, ‘’harus datang ya Yah” atau tiap hari selalu bertanya Ayah bisa kan datang?”. Memang sejak dia kelas 1 SD ketika ada acara ini aku selalu tidak bisa memenuhinya namun kali ini harus bisa demi sepasang mata Alif yang penuh harap itu. Ayah teman Alif pada ngisi juga ya Lif? Tanyaku suatu hari, iya Yah jawab Alif, ayah temanku ada yang profesinya Arsitek, dokter gigi dan kemaren ada yang datang bawa gitar, terus nyanyi deh karena ayahnya temanku itu musisi. O gitu,,baiklah (padahal dalam hati masih bingung mau sampaikan apa di depan kelas Alif besok).

Jujur, menyiapkan materi presentasi tentang profesi ku sebagai seorang Geologist di depan anak-anak kelas 3 SD itu tidak semudah yang kubayangkan. Aku benar-benar dipaksa berpikir tentang pilihan kata-kata dan gambar yang bisa mereka cerna dengan gampang dan tidak membosankan. Karena membosankan di depan anak-anak itu lebih menyedihkan dibandingkan di depan orang dewasa hahaha. Akhirnya, beberapa hari ini aku disibukkan dengan menyiapkan materi sambil menyusun kata-kata yang akan aku sampaikan di depan kelas nanti.

Hari H pun tiba. Masuk ke kelas Alif, salam sama guru-gurunya dan set laptop dan proyektor. Di belakang Alif sudah kegirangan ayahnya yang keren ini datang dan dia sangat bahagia terlihat jelas dari tingkah lakunya yang kesana kemari itu sambil bercanda dengan teman-temannya. Set peralatan selesai, pertunjukan dimulai.

Assalamu’alaikum adek- adek adek semua? Sapa ku dan mereka dengan semangat menjawab Waalaikumsalam. Baiklah hari ini om (kesanya tua banget ya,,Om) akan bercerita tentang apa profesi om, oh iya sebelumnya nama om adalah Taufiq, ayahnya Alif. Adek-adek tau nggak , begitu banyak profesi yang ada, contohnya dokter, pilot, tentara, presiden dan lain-lain. Semua prosefi itu adalah baik asal halal dan tidank melanggar ajaran Agama kita. Nah adek-adek kelak ingin jadi apa? tanyaku. Diantara jawaban anak-anak yang polos ini ada sebuah jawaban yang membuatku mau tak mau jadi tertawa, ada yang mengacungkan tangan dan bertieriak, saya nanti mau jadi Hokage om,,hehehe seisi kelas tertawa semua. Wah kalo seperti Hokage yang di Naruto itu om juga mau, ujarku.

Menit demi menit berlalu, profesi ku sebagai Geologist akhirnya bisa aku bagi ke anak-anak ini dan mereka tampak tertarik mendengarkan. Walau setelah aku cerita panjang lebar dan bertanya apakah ada yang mau nanti Geologist ? pada jawab gak ah om sepertinya capek, sering pergi kemana-mana hahaha. Tapi tak mengapa, setidaknya bisa memberikan mereka wawasan bahwa ada profesi Geologist disamping profesi-profesi yang mainstream itu. Dan yang lebih penting lagi adalah aku bisa memenuhi janji ke Alif untuk datang dan berbicara di kelasnya.  Diakhir acara kami semua berfoto di halaman sekolah bersama murid dan para Guru kelas. Terimakasih untuk kesempatan yang luar biasa ini, senag bisa ada di sini. Semoga kelak kalian semua menjadi insan yang berguna.

Aaamiiin.

foto dengan kelas Alif-3 Mekkah

Posted in aku dan sekitar, dunia kerja | Tagged | 2 Comments

Puisi Untuk Alif

Aku adalah awan kecil

Aku ingin bergerak kesana kemari mengendarai angin

Aku ingin naik setinggi yang aku bisa dan turun serendah yang aku mampu

Aku ingin mendengar cerita dari sang surya

Aku ingin menyapa rerumputan

Aku ingin mendaki gunung

Aku ingin menikmati biru lautan

Aku akan kembali untuk tertidur, dan

Aku akan segera kembali mengendarai angin

Posted in puisi | Tagged , | Leave a comment

Puisi Untuk Senja

 

Warna keemasan di ufuk Barat

Ketika langit menanti sungguh disapu oleh anggunnya senja

Aku akan selalu menikmati itu

Saat burung-burung terbang bergerombol pulang ke peraduan

Saat panggilan ibu-ibu pada anak mereka untuk pulang ke rumah

Atau saat hilir mudiknya orang berlalu setelah lelah menggapai hari

Aku mencintainya, saat matahari jatuh perlahan menyisakan cahaya megahnya

Meninggalkan siluet-siluet yang diam

Seperti biasa, semua berlalu begitu cepat

Gelap segera datang, berkejaran seperti tak mau kalah

Namun, kini aku punya sebuah senja yang indah

Yang selalu datang dengan binar-binar nya yang luar biasa

(Jakarta, 8 September 2017)

 

Posted in puisi | Tagged | Leave a comment

Rute

Aku sering nemplok seperti cicak. Ya,,itulah yang sering aku alami ketika hariku selesai dipukul 5 sore. Kereta listrik yang akan membawa ku kembali ke tempat peraduan akan berjalan dengan eloknya. Dan di dalam nya ratusan orang juga akan sama seperti ku, menutup hari dengan berdesakan di dalam kereta. Seperti sore ini dan seperti kemaren, aku terdesak hingga ke pintu kereta oleh puluhan orang di belakangku yang akan terus bertambah di tiap pemberhentian stasiun. Mungkin kalau difoto dari depan muncullah poseku yang unik dengan badan mepet pintu dan tangan keatas seperti penjahat yang ditangkap polisi dengan napas tersengal bercampur dengan deru nafas lainnya.

Sudirman-Manggarai

Sekelompok anak-anak remaja bermain bola di sebuah lapangan diantara rumah-rumah yang berjejal sempit. Semua riang, semua tertawa diantara gocekan maut dan tendangan keras bola plastik. Sore yang sangat indah punya mereka. Sial,,,aku rasanya ingin ikut main dan mencetak gol.

Manggarai-Tebet

Seorang ibu-ibu mengendok anak kecilnya sambil menunjuk ke arah kereta yang berjalan agak pelan. Mereka berdua tersenyum, entah apa yang disenyumkan, mungkin tumpukan tumpukan orang di depan pintu kereta ini yang seperti cicak yang mereka tertawakan. Atau mungkin si ibu berkata, lihat nak,,”orang-orangan kota” pulang kerja.

Tebet-Cawang

Dua perempuan berjalan menyusuri jalan sambil tertawa cekikikan.

Cawang-Kalibata

Apartemen Kalibata berjejer, entah ada kejadian apa saja di dalam sana. Dagangan kaki lima menjadi pagar apartmen ini, memanjakan penghuni dan orang disekitarnya untuk wisata kuliner. Tinggal di apartmen tapi makan di pinggir jalan bukanlah dosa.

Kalibata-Pasar Minggu

Motor-motor menunggu giliran terbang dibelakang lintasan pintu kereta.

Pasar Minggu- Tanjung Barat

Dulu punya keinginan memiliki rumah di salah satu komplek elit di Tanjung Barat, tapi apa daya, tangan tak sampai. Tak banyak yang turun disini, hanya satu dua.

Tanjung Barat-Lenteng Agung

Ah,,rute penuh kenangan, rute ini adalah rute wajib saat masih mengendarai motor dulu. Tak jarang macetnya akan membuatmu mengutuk hari. Dan kalau sudah menyerah, biasanya warung kopi jadi tempat rehat sejenak sekedar membiarkan senja berlalu.

Lenteng Agung-Univ Pancasila

Beberapa anak kuliahan masuk ke gerbong. Sibuk bercerita tentang tugas-tugas dan kuliah mereka. Selalu seru mendengar kehidupan kampus, waktu dalam genggaman sepenuhnya.

Univ Pancasila-UI

Deretan rimbun pepohonan mulai tersaji. Beberapa motor sudah parkir di stasiun menunggu yang akan dijemput. Kadang bersyukur ada kampus UI di sini, mungkin kalau tidak ada, daerah luas dan hijau ini akan menjadi daerah perumahan, apartemen, pusat perbelanjaan dan komersialisme lainnya. Bukankah selalu seperti itu.

UI-Pondok Cina

Orang-orang bertambah banyak yang turun. Gerbong terasa sedikit lega walau berdesakan itu masih pasti. Ada bekas reruntuhan kios-kios lama yang tersisa dan di ubah menjadi lahan parkir untuk mobil.

Pondok Cina-Depok Baru

Akhirnya oksigen normal bisa kuhirup. Orang-orang sepertti air bah berdesakan turun, menunjukkan jika kereta memang di penuhi oleh orang-orang yang tinggal di seputaran Depok Baru. Anak kecil berteriak lantang, menawarkan tissu seharga 2 ribuan. Awan semakin gelap, hujan sebentar lagi akan turun.

 

 

 

Posted in aku dan sekitar | Leave a comment