Short holiday : Bali

Ada suatu waktu aku berangkat kembali menginjakkan kaki ke Pulau nan indah, Pulau Bali. Perjalanan kali ini adalah untuk menghadiri acara pernikahan adik iparku. Sederet rencana untuk menikmati alam Bali sudah tertanam di fikiranku sebelum berangkat walau aku tahu sepertinya bakal susah untuk direalisasikan, namanya juga menghadiri acara keluarga bukan untuk berlibur total. Tapi apakah yang terjadi,,berikut ini kisahnya :

Aku berangkat bersama orang yang wajahnya yang sangat indah ketika tidur dengan pesawat terbang. Sebenarnya cita-cita ku pingin sekali pergi ke Bali dengan menggunakan transportasi darat, kereta api atau oto bus, sambung menyambung. Pasti lebih asik dan banyak hal-hal baru yang bisa dilihat dan dinikmati. Tapi kesempatan itu sampai saat ini belumlah datang.

Di pesawat..para pramugari kini sibuk memperagakan bagaimana cara menggunakan alat keselamatan di pesawat, bagaimana cara evakuasi dan tindakan-tindakan lainnya. Begitu hapalnya mereka dan sepertinya saraf-saraf motorik mereka bergerak secara otomatis. Grudak… gruduk….bunyi kabin pesawat ketika mau lepas landas. Ah mengerikan juga ketika aku membayangkan saat lepas landas ini satu persatu organ pesawat ini lepas meninggalkan raga.

Di ketinggian 3000 kaki lebih pemandangan yang dapat dilihat hanyalah deretan berjuta-juta awan putih yang diselingi oleh langit biru. Aku jadi teringat lagu Negeri di Awannya Katon Bagaskara. Aku juga teringat sebuah cerita komik (dragon pigmario) dimana para dewa-dewa dengan malaikat dan bidadarinya tinggal di awan yang ada istananya bertingkat-tingkat dan adakalanya kedamaian di negri dewa itu diganggu oleh Medusa dan ayahnya : sang Raja neraka. Dan terakhir, aku teringat si Sun Go Kong dengan lincahnya kesana kemari mengendari awan kinton. Akupun mulai memikirkan bagaimana sebenarnya berjuta-juta awan putih ini terbentuk. Apakah ada di beberapa bagian awan itu yang merupakan kumpulan asap tembakauku. Kenapa warna awan itu putih,,dan hitam kala mau turun hujan? bukan jingga atau hijau muda. Lamunan awanku terputus ketika para pramugari menawarkan makanan dan minuman. Jangan dibayangkan gratis, tentunya ditukar dengan lembaran duit. Ternyata di udara sama saja seperti di metromini atau KRL. Sementara itu, wajah disampingku masih saja manis ketika tidur.

Perjalanan yang menembus ruang dan waktu akhirnya selesai.Hal yang dilakukan pertama tentu saja menyesuaikan jam dan perhitungan waktu dari waktu Jakarta ke waktu Bali yang berselisih 1 jam. Sesampainya di Bandara Ngurah Rai, aroma dupa dari sesajen yang di pasang di patung-patung penunggu pintu masuk bandara langsung tercium. Patung-patung yang telah begitu lama menyaksikan orang-orang yang hilir mudik masuk ke Bali dari berbagai wilayah dan negara.

Sembari menunggu keluarga yang menjemput, aku putuskan untuk segera ke Pantai Kuta, yang letaknya tidak begitu jauh dari bandara. Setelah tanya sana-sini akhirnya ke pantai dengan menggunakan taksi. Sempat terjadi keributan kecil, aku memilih untuk memakai jasa blue bird yang lewat setelah mengantar orang ke bandara. Sebenarnya taksi ini bukanlah taksi bandara, sehingga taksi-taksi lain langsung protes. Ternyata blue bird disini pun memang tidak disukai seperti halnya di kota-kota lain seperti bandung dan surabaya. Mungkin karena mereka jujur, tidak mempermainkan argo, sehingga orang lebih banyak memilih memakai jasa blue bird.

Pantai Kuta, salah satu icon pariwisata Bali. Pantai yang katanya sangat indah. Menurutku tidaklah begitu indah. Biasa saja. Mungkin karena pantai ini terlalu ramai. Baik turis lokal atau mancanegara. Terlalu ramai oleh orang yang berjualan, turis yang berjemur, orang yang menawarkan jasa pijat-memijat, jasa tato temporary, sewa alat selancar, dan terlalu ramai oleh anjing. Mungkin pantai ini akan jadi indah pada saat senja, saat matahari akan pulang sambil memendarkan cahaya keemasan. Dan aku duduk di tepian pantai sambil memandang laut. Kabarnya apabila malam tiba, suasana di Kuta menjadi lain, dipenuhi bule-bule dengan segala kegiatannya. Dan kita sebagai warga lokal akan menjadi merasa warga asing. Entahlah, aku belum pernah menyaksikan Kuta di waktu malam. Di seputaran Kuta berjejer pusat-pusat perbelanjaan, restoran dan hiburan yang bagi anda yang punya banyak duit dan suka belanja pasti akan sangat menyenangkan. Tentunya bukan untukku.

Perjalanan menunju rumah keluarga yang dijadikan tempat menginap memakan waktu sekitar satu jam lebih (plus waktu makan siang). Rumah itu terletak di kota Denpasar di belakang Poltabes Denpasar tepatnya. Selama perjalan mataku tak hentinya memperhatikan rumah-rumah orang Bali. Di depan rumah mereka selalu ada pura mini (maaf begitu aku menyebutnya karena tak tahu namanya) yang selalu tersedia sesajen berupa dupa, bunga-bunga, pandanwangi, nasi, yang lain aku belum tahu. Kadang di atas pura mini ada patung yang juga mini dan biasanya berwarna kuning emas. Sebuah kolaborasi yang indah. Patung dan pura mini yang ada di depan rumah atau gedung biasanya dibalut oleh kain yang bercorak hitam putih (motif catur). Aku tidak tahu apa nama kain ini dan kenapa motif itu yang dipakai. Aku hanya tahu motif kotak hitam putih itu adalah pakaiannya si wenara sakti mandraguna : Hanoman. Apakah ada hubungannya?. Yang pasti aku selalu kagum dengan masyarakat Bali yang hari-hari mereka selalu tak lepas dengan agama dan adat-istiadat.

Saat ini Bali memasuki musim sejuk, sehingga matahari tidak terasa terlalu panas menyengat. Angin seakan saling berpacu mengisi ruang, menggoyangkan daun-daun pepohonan. Aku masih saja melaju di atas mobil melewati jalan-jalan Bali yang sempit.

Rumah keluarga tempatku menginap terletak di sebuah gang buntu dengan jalan berbatu. Rumah-rumah disini cukup rapat. Ada sebuah pura di lingkungan sini, yang akan dipakai apabila ada acara keagamaan dan adat-istiadat. Mungkin di setiap kelurahan atau desa, di Bali, terdapat pura. Rumah keluarga ini tidak begitu besar namun cukup bagus. Dan yang paling aku suka dari semua bagiannya adalah balkon di lantai 2. Dari balkon ini, pandangan ku dapat menembus luas, tak terhalang bangunan kotak menjulang tinggi seperti di Jakarta. Aku dapat melihat birunya langit Bali, aku dapat menikmati hijaunya persawahan yang masih banyak di sekitar sini yang disampingnya terdapat pula deretan pandan wangi yang lebih tinggi dari yang pernah aku temui. Dan saat sore seperti ini, birunya lagit Bali di hiasi banyak layang-layang yang terbang tinggi, meliuk-liuk bercengkrama dengan angin. Dimainkan oleh anak-anak di pematang sawah. Semua itu menjadi komposisi yang sangat indah yang aku anggap seperti persembahan selamat datang dari Bali

Bali di saat malam pun tiba. Kebetulan saat ini ada event PKB (Pagelaran Kesenian Bali) di gedung kesenian Bali. Aku sangat bersemangat, pasti aku dapat melihat pagelaran kesenian tradisional. Dan ternyata, benar,,bahkan bukan hanya kesenian Bali tapi ada kesenian dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Aku tidak sempat menyaksikan semuanya, hanya Jakarta, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pementasannya benar-benar membuat hati takjub betapa kayanya kesenian bangsa ini. Setting panggung yang megah dengan latar belakang pura beserta hiasan-hiasannya, cahaya lampu dan kostum penari-penari yang didominasi warna-warna terang menambah keindahan pagelaran ini. Satu hal yang membuat ku lebih terkagum-kagum adalah ternyata pagelaran ini di lakukan oleh para pelajar, mungkin SMU. Mulai dari para penarinya dan penabuh gamelan serta perangkat musik lainnya. Ini sangat membanggakan, di saat zaman serba barat ini, masih ada para kawula muda yang mau melestarikan budaya bangsa.

Tidak banyak hal-hal yang bisa kulakukan selama 2 hari di Bali, karena memang tujuan awal adalah untuk menghadiri acara pernikahan adik ipar. Setidaknya untuk 2 hari ini aku bisa mengistirahatkan anggota tubuhku dari melalui macetnya jalanan jakarta. Memberi libur buat indera-indera ku dari suara bising kendaraan, pemandangan bangunan kotak-kotak menjulang tinggi dan seabrek pekerjaan rutin. Pasti indera-inderaku sangat senang.

Suatu saat nanti aku akan kembali untuk menyelami segala seluk beluk Bali sampai puas.

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in liburan and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Short holiday : Bali

  1. bali-travel says:

    silahkan mengunjungi Bali kembali…
    sungguh kunjungan anda berikutnya kami nantikan.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s