Cerpen SGA : Dunia Gorda

Ketika membaca kumpulan cerpen Seno Gumira Ajidarma (SGA) dalam buku kumpulan cerpen : “ Aku kesepian sayang, datanglah menjelang kematian”, ada satu cerpen yang sangat menarik dan membuatku terlarut dengan dahsyatnya aliran imajinasi SGA dalam bercerita. Cerpen itu berjudul “Dunia Gorda”. Bagi yang belum pernah membaca cerpen ini, akan kuceritakan sedikit, tentunya dengan bahasa dan kapabilitas bercerita ku. Sekarang aku akan jadi tukang cerita.

Alkisah di cerpen SGA itu ada seorang lelaki bernama Gorda. Seorang mahasiswa kedokteran yang melewati hari seperti orang biasanya. Namun Gorda memiliki masalah, yaitu selalu susah untuk tidur. Biasanya malam-malam Gorda dihabiskan dengan membaca buku sembari mendengarkan lantunan lagu blues. Baru lewat tengah malam dan hampir subuh dia baru dapat tertidur. Sampailah pada suatu malam yang akan mengubah seluruh jalan hidupnya, Gorda tertidur pulas, tapi ternyata dia tidak benar-benar tertidur. Dia bermimpi, dan roh nya masuk ke sebuah dunia yang berisikan oleh orang-orang yang mati penasaran, orang-orang yang tidak mendapat tempat di akhirat. Gorda diterima dengan baik di dunia tersebut, bahkan secara istimewa. Di dunia itu dia bertemu dengan sahabatnya, Robin yang meninggal secara misterius pada saat mendaki gunung. Dunia baru yang dimasuki Gorda ini sama persis keadaannya dengan dunia nyata, dunia sehari-hari yang dimiliki Gorda. Gorda bingung. Gorda dapat kembali ke dunia nyata tatkala ia terbangun dari tidur. Dan ketika dia tertidur lagi, dia akan kembali ke dunia yang satunya, dunia yang berisikan orang-orang yang mati penasaran. Artinya, sebenarnya Gorda tidak pernah tertidur. Selalu melewati hari di dua alam yang berbeda. Wanti, tunangan Gorda menyadari perubahan pada diri Gorda walau dia tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi.

Setahun sudah Gorda menjalani kehidupan di dua alam. Kini, di dunia yang berisi orang-orang yang mati penasaran, Gorda sudah berkeluarga dengan istri bernama Ella dan memiliki satu orang anak. Sedangkan di dunia nyata dia masih berpacaran dengan Wanti. Ella, mengerti dengan Gorda yang memiliki tunangan di dunia nyata. Ella selalu merasa bersalah karena seperti telah merebut Gorda dari Wanti. Ella, wanita yang selalu menyemangati Gorda dalam melalui takdirnya untuk hidup di dua alam yang berbeda. Bukankah memang sulit menjalaninya, tidak pernah tidur, satu jiwa untuk dua alam. Gorda sering hampir putus asa, tidak kuat lagi menjalaninya.

Waktu pernikahan Gorda dan Wanti di dunia nyata pun tiba. Dengan mata yang terkantuk dan merah, Gorda dan Wanti bersanding di pelaminan. Sampai tengah malam, pesta baru usai. Saat semua tamu sudah pulang dan rumah sepi, Gorda dan Wanti berada dalam kamar mereka yang berbau melati. Saat itulah, saat malam pertama yang dinantikan oleh para pengantin baru, Gorda merasa gelisah. Saat itulah Gorda mengambil sebuah keputusan besar. Gorda berkata “Aku harus merelakan salah satu, dua dunia terlalu banyak, ini keterlaluan”. Sebilah keris di genggam oleh Gorda. Ini dia akhir dari cerita yang tragis, pada tengah malam yang berbulan sabit itu, seekor burung hantu melintas, berkepak sendiri, lenyap ditelan kegelapan. Pada saat yang sama, di dua alam yang berbeda terdengar jeritan dua perempuan yang meratapi kematian suaminya. Gorda terkapar bersimbaha darah.

Seperti pengarang. Aku pun penasaran kemana Gorda setelah itu. Dimensi apa yang dilewati Gorda. Bahagiakah dia?

Demikianlah imajinasi yang luar biasa dari SGA untuk cerpen ini, dari buku kumpulan cerpen “ Aku Kesepian, Sayang, Datanglah, Menjelang Kematian”. Kumpulan cerpen yang ditujukan SGA untuk orang-orang yang merasa kesepian di rumah sendiri (pernah mengalaminya ??? 🙂 ).

Perasaan yang terkejut pada saat membaca cerpen ini kujumpai juga ketika membaca cerpen SGA yang lain, seperti Legenda Wongasu dan Anak langit. Dasar kau Sukab !!!, imajinasi mu itu.

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in cerpen and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s