Doa di Atas Atap

Tahun pun akan segera berganti. Beberapa jam ke depan kita akan memasuki tahun 2009, tahun apakah ini ? anjing, tikus, babi hutan, ayam jago, ah perduli setan. Sedari siang tadi, jalanan di sekitar kawasan rumahku sudah mulai ramai dengan hilir mudik orang. Ada yang berombongan dengan mobil entah kemana, ada yang konvoi dengan motor entah kemana. Di sepanjang jalan, di bagian trotoar diisi oleh para penjual jagung lengkap dengan arang dan alat pembakar jagung. Berharap memperoleh rezeki di penghujung tahun. Sedangkan para penjual kembang api dan petasan sudah seminggu lebih dulu mengisi ruas-ruas jalan. Aku tidak menyiapkan apa-apa untuk menyambut tahun baru kali ini, karena memang bukan budayaku. Aku hanya akan menghabiskan malam ini bersama keluarga ku.

 

Detik-detik pergantian tahun pun tiba. Aku bergegas ke atap rumah : tempat favoritku. Aku sudah merencanakan ini, walau aku tidak begitu suka dengan perayaan tahun baru, tapi aku tetap tergoda untuk melihat langit di malam pergantian tahun. Dan benar saja, tepat pukul 00:00, di delapan penjuru mata angin, langit dihiasi oleh warna-warni kembang api yang disertai bunyi letusan. Indah, gelap langit malam berganti terang benderang warna-warni untuk beberapa saat. Aku menikmati semua itu sambil duduk di atas atap sembari mengepulkan asap ke angkasa. Ada juga 2 ekor kucing di atap yang hanya duduk manis, tidak mengerti tahun telah berganti.

 

Aku terbayang dengan saudara-saudara ku di bagian bumi yang lain, Palestina. Ya, sejak tahun baru Hijriyah kemaren, Israel tidak henti-hentinya melakukan agresinya ke pemukiman rakyat Palestina di Jalur Gaza. Rakyat Palestina mungkin tidak akan dapat menikmati malam pergantian tahun seperti di tempat ku atau di bagian bumi yang lain. Bukan suara dan warna-warni kembang api yang mereka dengar dan lihat tapi suara letusan rudal, roket, peluru. Lihat lah di TV, korban banyak jatuh dari masyarakat sipil, ibu-ibu dan anak-anak. Apakah mereka dapat menikmati budaya tahun baru ini, pastinya tidak.  

 

Masih duduk di atas atap, masih dihibur oleh warna-warni kembang api, aku menyelipkan doa di penghujung tahun. Doa yang yang berisi rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa, Allah, atas segala rezeki, rahmat dan karunia yang begitu banyak diberikan kepadaku, kepada keluargaku sepanjang tahun 2008. Tak akan cukup menguraikan smuanya. Aku masih diberikan kemudahan rezeki di saat krisis global melanda dan banyak pegawai yang di PHK. Aku masih bisa nyaman berkendaraan disaat orang berjejalan di angkutan umum atau kehujanan di jalan. Aku masih bisa tinggal aman dan tentram di rumahku di saat orang lain terpaksa hidup di kolong jembatan atau pinggiran rel kereta api. Aku masih bisa makan 3 kali sehari disaat banyak orang kesusahan untuk makan. Aku masih bisa menyaksikan indahnya wajah anakku saat tidur di saat banyak orang meninggalkan anak mereka begitu saja karena tidak mau susah mengurusnya. Itu semua membuatku harus dapat menjadi orang yang bersyukur atas segala yang diberikan dan mentransferkan sebagian rezeki itu ke orang lain, supaya berkah.   Doa yang berisi semoga di tahun 2009 aku dapat menjadi orang yang lebih baik lagi. Doa yang berisi permohonan kepada sang Pencipta agar saudaraku di Palestina sana diberikan kekuatan, kesabaran dan pertolongan dalam menghadapi semua angkara murka yang tidak ingin Islam ada di muka bumi ini.

 

Rangkaian doa-doa ku ke langit selesai hampir berbarengan dengan warna-warni kembang api yang mulai hilang, langit mulai kembali gelap, sedangkan 2 ekor kucing di atap yang masih duduk manis, tidak mengerti tahun telah berganti.

 

 

Selamat Tahun Baru 2009

 

 

 

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in aku dan sekitar and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s