Lombok

Lombok, so nice to meet you

Ini bagiku termasuk salah satu surga dunia. (kayak tahu aja surga itu seperti apa :))

Lombok, sebuah pulau yang terletak di sebelah Baratnya Bali yang katanya merupakan saudara kembar perempuan Bali.  Akhirnya aku sempat menginjakkan kaki disini (aku ingat novi,moncos teman kuliah yang berasal dari pulau ini). Bukan untuk liburan tapi ada training  yang aku ikuti. Walaupun sebenarnya jauh hari sebelum training aku sudah membayangkan deretan pantai indah , angin segar, malam terang bulan dan music reggae J . Mau diceritakan materi  training nya ? sedikit aja mungkin.  Training yang aku ikuti tema  nya “deep water siliciclastic sediment” . Jadi di training ini kita diajarkan apa itu sediment laut dalam , bagaimana proses pembentukannya dan bagaimana aplikasinya terhadap eksplorasi hidrokarbon. Untuk Indonesia sendiri target-target laut dalam ini belum banyak oil company yang mengembangkannya , karena ekplorasi di laut dalam memerlukan biaya operasional yang sangat mahal dan teknik pengeboran yang cukup rumit. Mungkin baru ENI yang berhasil dengan lapangan Asternya. Proses sedimentasi yang dominan di laut dalam adalah tubidite, dimana sediment –sediment dari darat-shelf tertrasnport melewati slope (lereng bawah laut) untuk diendapkan di daerah yang relatif datar di bawah laut (basil floor fan). Disinilah kita akan menemukan reservoir (batuan yang menyimpan hidrokarbon) . Waktu pembentukan sediment-sediment ini adalah pada saat muka air laut turun atau dalam istilah sekuen stratigrafi disebut Low Stand System Tract (jadi ingat Pak Budianto Toha : susah benar mengerti mata kuliah bapak :)).

Turbidite sendiri terjadi apabila ada kemiringan bidang pengendapan dan densitas sediment lebih besar dari air laut. Namun walau namanya endapan laut dalam, proses sedimentasinya identik dengan pengendapan di darat (fluvial system).  Aku rasa cukup sampai disini dulu keterangan mengenai materi training nya, kalau mau diskusi lebih detail silahkan hubungi aku.

Sekarang kita cerita tentang Lombok saja  ya :). Pulau Lombok adalah salah satu pulau besar yang ada di Provinsi NTB. Kota Mataram yang sebagai ibu kota provinsi ada di Pulau ini. Penduduknya mayoritas Muslim diikuti kemudian oleh agama Hindu. Umat Hindu sendiri tinggal secara berkelompok, misalnya di daerah Cakranegara,  namun dari cerita yang aku dengar toleransi antar agama di Lombok sangat bagus.  Pintu masuk Lombok dimulai dengan sesampainya di Bandara Selaparang.

Tempat aku menginap selama training adalah di daerah Senggigi. Daerah ini merupakan pusat turis. Di sini kita sering menjumpai turis lalu-lalang, jalan kaki atau naik sepeda motor. Di sepanjang jalan Senggingi banyak kita jumpai café, restaurant, pub, karaoke dan hiburan malam lainnya. Di Lombok hanya di daerah Senggigi saja yang boleh ada tempat hiburan malam seperti di atas, tidak akan  kita jumpai di kota Mataram. Tapi tetap saja walau banyak café dan restaurant, aku dan teman-teman makannya di warung sejenis pecel lele atau nasi goreng,,,he he he mental mahasiswa masih terbawa sampai sekarang. Jangan takut berlama-lama makan di warung atau café sepanjang Senggigi, daerah ini cukup aman.  Makanan Lombok enak-enak,  kalau main ke Lombok harus coba ayam taliwang, sate bulayak dan sate rambige yang dijual di dekat bandara,,,pedaaaaas.

Pantai Senggigi sendiri merupakan pantai yang yang terkenal.  Dan view dari hotel langsung berhadapan dengan pantai ini. Jadi tahu sendiri, waktu sore menjelang sunset aku banyak habis kan di sini. Tapi malam lebih asik, kita bisa merasakan angin malam pantai yang dingin, dan meihat di lautan sana lampu-lampu perahu nelayan seperti kunang-kunang.  Nikmati saat ini dengan minuman dan tembakau,,,wuih ,,,damai sekali.

Setelah hari terakhir  training, kami diajak mengunjungi sebuah pantai lagi di Lombok, lokasinya di daerah selatan Lombok. Pantai Kuta dia punya nama, sama dengan nama pantai di Bali. Tapi pantai ini berbeda 360 derajat dengan pantai Kuta Bali. Kalau di Kuta Bali, pastinya sangat ramai dengan turis, dan deretan café, hotel, distro dan sebagainya, di Kuta Lombok justru sepi sekali, sangat eksotis dan aku rasa cocok sekali buat pasangan yang mau bulan madu, he he he . Pantai ini di apit oleh perbukitan yang sudah terabarasi oleh air laut. Kalau sekilas dilihat dari warna putih batuan di perbukiatannya sepertinya disisun oleh batu gamping. Yang membuat pantai ini sangat khas adalah pasirnya,,,kereeen,, warna putih dan di dominasi oleh fosil orbulina (bener nggak ya ?). Jadinya pasir nya besar-besar dan bulat,,,,Hotel satu-satunya di sini baru Novotel dan apabila ingin jajan di luar jauh. Oh ya jalan menuju ke pantai ini kita akan melewati dua kampung yang katanya setiap tahun sering berperang, kedua kampung itu hanya dipisahkan oleh jalan. Aku tak tahu persis apa yang menyebabkan kedua kampung ini selalu berperang, tapi mudah2an esok hari akan selalu damai. Bukannya Lombok identik dengan pantai, dan anak pantai suka damai,,,he he he.

Setelah dari Pantai Kuta, rombonga training lain akhirnya bersiap-siap pulang kembali ke kota Jakarta. Aku dan beberapa teman memisahkan diri, kami akan segera berangkat ke Gili Trawangan yang mana perjalanan ini aku anggap sebagai klimaks selama di Lombok.

 Pulau Gili Trawangan  merupakan salah satau dari deretan 3 pulau yang ada di sebelah Barat Pulau Lombok. Dua lainnya adalah Gili meno( di tengah) dan Gili Air.  Untuk ke Gili Trawangan kita bisa dari Bangsal. Ini merupakan tempat dimana perahu-perahu berkumpul untuk melakukan penyebrangan ke Gili Trawangan-Gili Meno dan Gili Air. Dari Pantai Kuta menuju Bangsal memakan waktu perjalanan sekitar 2 jam. Aku dan teman-teman menyewa perahu utnuk ke Gili Trawangan seharga 180 rb rupiah, kalau tidak sewa biayanya bisa lebih murah namun tidak langsung ke Gili Trawangan. Waktu penyebrangan ke Gili sebaiknya jangan terlalu siang karena ombak lumayan tinggi . Dari ke tiga pulau Gili tersebut, Gili Trawangan merupakan yang paling ramai. Kegiatan dan fasilitas pariwisata berpusat disini, sehingga wisatawan juga lebih banyak disini. Di Gili Trawangan aku dan teman-teman menyewa sebuah kamar yang murah meriah , per malamnya 425 rb,,,jadi kalau dibagi 6 cukup murah lah. Tapi konsekuensinya ya harus tidur berbaris 6 orang di satu kasur, seperti sate yang siap dibakar, he he he .

Ketika sampai di Gili kira-kira pukul satu siang, kami sudah merencanakan sore ini akan snorkeling.  Karena cuaca masih panas, kami hanya menghabiskan waktu di kamar sambil ngobrol. Pengennya sih tidur siang tapi obrolan, minuman kaleng dan rokok mengalahkan hawa ngantuk. Sore tiba,,,ayo ke pantai,,,,,,,snorkling dimulai. Untuk  keindahan terumbu ternyata di Gili Trawangan kalah indah dari Pulai Putri (bagian dari Pulau Seribu) namun ikan disini lebih banyak. Memang kata orang untuk snorkling lebih bagus di Gili Air yang memiliki terumbu lebih indah. Menunggu sun set kami habiskan di pinggir pantai, sembari ngobrol, makan nasi, nikmati angin sore pantai yang sejuk,,,,ah benar-benar libur.

Malam hari di gili,,,,lampu-lampu café saling beradu kecantikan, walau tetap kalah dengan sinar bulan yang memantul di permukaan laut Gili. Malam hari waktunya para turis bule party,,,semuanya keluar semuanya tampak bersemangat untuk menghabiskan malam di pulau yang kecil ini. Aneka restoran, café, berbaris disepanjang jalanan Gili. Kami memilih makan malan di sebuah restoran Seafood. Biasa aja sih rasanya,,,tapi nggak apa-apalah , itung-itung menambah referensi makan di Gili setelah siang tadi kami makan di Warteg (ha ha ha di Gili juga ada Warteg,,mantap). Selesai makan, perut kenyang, langsung tidur ah,,,tapi itu bukan pilihan yang bijak Bro. mari kita habiskan malam di Gili. Menuju penginapan kami singgah di sebuah café reggae, yang mana house bandnya menyanyikan lagu-lagu reggae dari Bob Marley , Steven & Coconut treez dan yang lainnya. Memanglah, pantai tanpa reggae kurang sip rasanya….woi  yo..

Akhirnya kita harus segera tidur,,malam sudah larut. 

 Tapi ada satu lagi yang penting,,,ternyata menyusuri jalanan Gili Trawangan paling menyenangkan adalah waktu pagi jari,,dimana orang-orang masih pada tidur, tidak ada musik yang hingar bingar hanya ada suara sapu yang digerakkan para pemilik warung untuk membersihkan jalan,,atau suara canda anak-anak kecil Gili yang berlarian atau naik sepeda, suasananya begitu tenang, sepi dan damai. Ini lah hal terakhir yang aku nikmati di Gili sebelum segera menuju Lombok untuk terbang ke Jakarta,,,ah.

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in liburan. Bookmark the permalink.

One Response to Lombok

  1. wuahhahhhhahaaa….
    poto sequence strat nya kereeen banget
    thx to roger slatt
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s