Malam

Benar kukatakan bahwa malam semakin pekat, semakin tidak indah, di kota ini. Walaupun dia dihiasi oleh seribu cahaya lampu tetap saja, pekat.  Aku ingat kalau beberapa tahun lalu malam di kota ini tidak seperti ini, padahal saat itu lampu-lampu belumlah sebanyak sekarang. Pernah aku coba bandingkan dengan kota sebelah, dikejar penasaran kenapa malam di kotaku berubah. Saat itu, sebelum sampai di kota sebelah, aku yakin kalau malam di sana akan sama saja dengan di kotaku, mana mungkin berbeda. Tapi apa yang kutemukan, malam di kota sebelah ternyata indah, terang, padahal lampu-lampu disana tidak lebih banyak dari kotaku. Aku datang besoknya, besoknya lagi dan berkali-kali, ternyata sama, malam di kota sebelah berbeda dengan di kota ku.

Sebenarnya tidak ada masalah bagiku apabila malam di kotaku menampakkan perubahan. Toh waktu juga akan berjalan terus. Tetapi aku cukup tersiksa karena di saat malam aku tak punya apa-apa untuk di kerjakan, dan aku semakin tersiksa menerima kenyataan kalau malam begitu pekat. Dan walau waktu berjalan terus, tapi dengan malam yang seperti ini waktu akan terasa lambat sekali.

Senja mengabarkan kalau ia akan segera berlalu, yasudah pergilah. Malam akan hadir bukan, dengan kepekatan dan misterinya, seperti hari-hari kemaren, tidak ada yang istimewa. Motor tua kupacu kencang seolah tidak ingin kalah dengan berlalunya senja. Aku tidak ingin berlama-lama ada dibawah malam seperti ini. Lebih baik aku secepatnya meringkuk di kamar, berdiskusi dengan pikiranku.

Aku kalah, senja lebih cepat berlalu, malam lebih cepat datang daripada putaran roda motor tuaku.

Aku menggigil, aku ketakutan, ternyata malam bukan pekat dan gelap seperti hari-hari kemaren, malam nya sekarang pucat keabu-abuan,,,kutambah kecepatan motorku sampai mesinnya meraung karena merasa dipaksa. Aku semakin menggigil,,malamya berubah berwarna kunguan, ,sebentar kemudian berwarna emas seperti senja,, kemudian kembali menjadi pekat,,gelap,,. Aku semakin menggigil dan marah. 

(Jakarta, 29 November 2012, menunggu hujan reda)

 

 

 

 

 

 

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in cerpen. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s