A TRIP TO MALANG, tulisan yang ulang tahun

IMG_5218Tepatnya sekitar bulan May 2012 aku punya beberapa hari libur dan akhirnya diputuskan untuk jalan-jalan ke Malang. Sebenarnya ini merupakan kelanjutan dari rangkaian rencana liburan yang sebelumnya sudah direncanakan. Sebelum ini dengan keluarga besar kami berlibur ke pemandian air panas di Ciater, dan kemudian disusul aku berdua istri honeymoon untuk yang ke 3 kalinya ke Pulau Belitung. Mungkin 2 perjalanan ini akan diceritakan di lain kesempatan.
Rencana besar ku pada awalnya adalah menyisir dari Malang, Pasuruan, Kediri, dan kota-kota sekitarnya dan berakhir di Jogja. Tapi karena waktu yang tidak memungkinkan akhirnya fokus hanya ke Malang, sebuah rencana yang paling masuk akal.
Khusus untuk Malang ini aku sudah merencanakan untuk pergi sendiri dan isrtri pun mendukung heheh. Perjalanan ke Malang ini tujuan utamanya adalah mengunjungi P. Sempu. Dulu sebenarnya sudah lama aku rencanakan untuk ke Pulau ini dan itu bareng teman-teman kantor, tapi begitulah rencana tinggal rencana yang akhirnya berujung ke tidak jadi grrrr!!!! Ada saja alasannya, memang susah untuk mengatur waktu dengan teman-teman kantor yang super sibuk itu, khususnya teman kantor yang bernama Kwartono dan Jhon Jenius Wood.
P. Sempu aku tahu dari internet ketika bertanya pada Mbah Google tempat wisata bagus di Pulau Jawa. Beberapa tempat rekomendasi keluar termasuk P. Sempu. Setelah melihat dan membaca revieew orang-orang yang pernah kesana jadi tertarik. Selanjutnya aku bertanya pada teman kantor juga yang asli Surabaya yang pernah kesana dan dari ceritanya membuat keinginan kesana semain kuat.
Baiklah, perjalanan ke Malang ini akan mulai aku ceritakan

Hari 1
Hari pertama diawali dari keberangkatan dari Jakarta menuju Malang. Maskapai Sriwijaya menjadi pilihan karena harga nya yang termasuk “lumayan” bersahabat. Sebenarnya lebih menyenangkan berangkat dengan kereta api, selain lebih murah dan sensasi berpetualang akan lebih dramatis, tapi itu tadi masalah waktu yang sempit tidak memungkinkan menggunakan kereta api. Waktu perjalanan sekitar 1 jam lebih dan sampai di Malang masih pagi sekitar pukul 8. Bandara Malang ternyata kecil namun cukup rapi, kenapa aku bilang kecil karena begitu masuk lewat pintu masuk beberapa meter kedepan sudah ketemu tulisan pintu keluar.
Tujuan berikutnya adalah mencari hotel, sebelumnya aku sudah berencana akan menginap di hotel yang ada di pusat Kota Malang. Taksi menjadi pilhan. Dengan membayar sekitar 60 ribu sampai di sebuah hotel yang terletak di pusat Kota Malang, tepatnya di dekat alun-alun kota. Ah tapi kok lupa nama hotelnya…Aku pesan untuk 1 hari karena mulai besok semua kamar hotel ini sudah dipesan dari Jakarta untuk suatu acara instansi pemerintah. Dengan membayar sebesar 300 rb dapatlah kamar yang cukup nyaman untuk diinapi. Selesai check in dan taruh barang berikutnya adalah memanfaatkan smartphone untuk lagi-lagi bertanya pada mbah Google penyedia jasa rental motor di Malang. Ya Motor sudah aku tetapkan menjadi pilihan untuk mengeksplor Kota Malang di hari pertama ini. Selain karena mobilitasnya, dari segi biaya menang lah dibanding mobil, heheh. Dalam waktu setengah jam motor pun datang ke hotel, biaya perharinya adalah 75 rb untuk sebuah motor matic.
Akan kemana kita hari pertama ini, ya benar, salah satu ikon Malang yang terkenal adalah daerah Batu Malang. Daerah pegunungan yang sejuk dan hijau, mirip-miriplah dengan Kaliurang di Jogja atau Lembang di Bandung. Untuk ke sini cukup bertanya pada orang dan memeperhatikan penunjuk jalan yang ada, tenang tidak akan tersesat walau tanpa teknologi GPS. Jalan yang menanjak dan cuaca yang sejuk menambah kenikmatan bersepeda motor. Eits,, tak terasa sudah sampai gerbang wisata batu Malang, kita foto-foto dulu ya..
Tujuan pertama di Batu Malang ini adalah air terjun Coban Rondo, kenapa ,,karena tempat ini letaknya yang paling jauh, jadi rencananya aku mulai dari yang jauh dulu. Karena aku datang bukan pada akhir pekan jadinya tidak begitu ramai. Tempat wisatanya cukup bersih dan benar-benar sejuk. Setelah parkir motor, langsung menuju air terjun. Di daerah ini banyak monyet tapi tenang, mereka ramah-ramah kok. Air terjunnya cukup tinggi dan deras. Berada disini benar-benar serasa ada AC raksasa, benar-benar sejuk dan alami. Sempat tergiur juga melihat beberapa pengunjung yang mandi dan berendam di air terjun, kayaknya enak banget, tapi aku putuskan tidak jadi. Setelah cukup puas disini perjalanan pun dianjutkan, dan tak lupa mampir dulu menikmati jagung bakar dan secangkir teh manis panas. Mantap…
Waduh cuaca kok mulai mendung,,gawat, padahal baru satu tempat. Tujuan berikutnya adalah Agro Wisata, dan lagi-lagi tempat nya sejuk, menyenangkaaan. Disini kita bisa melihat perkebunan buah-buahan dan memetik buahnya langsung. Tentunya ada harga paketnya. Kebetulan untuk petik apel Malang lagi tidak bisa karena belum musim sehingga diganti dengan metik strawberri. Lelah menjelajahi perkebunannya, di akhir perjalanan kita disuguhi jus buah asli. Oh ya di tempat ini juga banyak disediakan penginapan dan arena bermain yang sangat cocok untuk liburan keluarga atau acara kantor.
Oalahh, hari kok semakin sore, baru dua tempat yang dikunjungi. Sepertinya jatah untuk disini tinggal satu tempat lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk mengunjungi Jatim Park. Karena wahana ini dengar-dengar baru saja di bangun dan termasuk ikon wisatanya Malang. Jatim Park sendiri ada dua, Jatim Park 1 dan Jatim Park 2. Aku kemaren mengunjungi yang mana ya,,kok lupa. Aduh,,yang pasti wahana yang aku kunjungi adalah Jatim Park yang isinya museum hewan, Jatim Park satunya lagi adalah wahana permainan anak-anak. Wuih,,, musemnya keren, besar dan koleksinya lengkap. Binatang disini merupakan hasil pengawetan tapi tidak menghilangkan bentuk aslinya. Koleksi yang paling aku suka adalah koleksi kupu-kupu,,banyak banget dan warna-warninya bagus sekali.
Ok waktunya pulang dari Batu, karena senja akan segera turun. Sebelum sampai kembali di pusat kota Malang singgah dulu untuk makan malam. Sampai di Hotel sekitar pukul 8 malam dan langsung minta pihak rental motor untuk mengambil motor karena untuk acara inti besok tidak akan digunakan. Mmm kok masih belum ngantuk ya,,akhirnya aku naik becak dan menuju alun-alun yang letaknya tidak begitu jauh dari Hotel. Pas banget di alun-alun ada pasar malam, jadi makin ramai dan memanjakan mata untuk melihat benda-benda yang di tawarkan. Gasing angry bird aku beli buat oleh-oleh si kecil di rumah. Setelah puas jalan-jalan kembali ke hotel buat istirahat karena perjalanan besok sepertinya akan menguras tenaga.

Hari 2
Today is the day. Hari ini lah acara inti perjalanan di kota Malang. Pulau Sempu. Untuk ke tempat ini aku memutuskan menyewa mobil karena jaraknya yang jauh dari kota Malang. Sebelumnya, ketika di Depok mobil sudah aku pesan. Biaya mobil sebesar 350 rb diluar bensin. Perjalanan dari hotel sekitar pukul 8 pagi. Kita mengarah ke Selatan dari kota Malang. Rute perjalanan cukup memanjakan mata, melihat aktifitas orang-orang Malang menyambut pagi. Makin keluar dari kota Malang pemandangan di dominasi oleh sawah dan perkebunan tebu yang tinggi menjulang. Jalan yang dilewati naik turun perbukitan. Padahal sebelumnya aku bayangkan jalannya lurus dan tidak naik turun seperti kalau kita main ke Parangtritis Jogja.
Pintu masuk Pulau Sempu berawal ketika kita menginjakkan kaki di Pantai Sendang Biru. Aku sampai di sini sekitar jam 9 pagi. Sebuah pantai yang sempit namun sesuai dengan namanya, airnya biru. Disini kita harus melapor ke Pos Penjagaan dan membayar retribusi seikhlasnya, kereen kann.. Di pos penjagaan juga menyediakan peyewaan sepatu karena jalan yang akan kita lalaui medannya cukup berat karena licin apalagi jika malamnya turun hujan. Dan disini kita juga bisa meminta jasa guide untuk menemani selama perjalanan. Awalnya bapak driver yang mengantarkan ku tidak mau ikut, namun akhirnya setelah di doktrin sedikit mau juga. Ialah masak udah sampai disini cuma nungguin mobil dan aku yang akan kembali baru sore hari. Jadilah kami berangkat bertiga, aku, guide dan driver.
Sebelum berangkat disempatkan dulu beli bekal makan siang, sambil membayangkan makan siang di alam lepas, Pulau Sempu. Dari Pantai Sendang Biru menuju pulau sempu kita harus menyewa perahu dengan bayaran 100 rb. Perahu ini akan mengantar dan menjemput kita sore harinya pada jam yang telah disepakati. Jarak Pantai Sendang Biru ke Pulau Sempu sangat dekat, dan dari pantai bisa terlihat jelas gugusan hutan rimbun Pulau Sempu. Sekitar 15 menit menaiki perau, akhirnya sampai di pinggir bibir Pulau Sempu. Efek pasang surut sangat terlihat jelas di tempat ini. Sejelas kita melihat barisan hutan bakau yang dengan akar-akarnya yang sangat artistik.
Trekking, itulah yang harus kita lakukan sejak menapakkan kaki di pulau ini. Trekking ini menghabiskan waktu sekitar 1-1,5 jam dengan variasi jalan yang berkelok-kelok, naik dan turun. Mungkin malam tadi hujan turun di Pulau ini, kelihatan dari tanahnya yang becek, berlumpur dan licin. Membuat aku harus ekstra hati-hati. Sudah lama aku tidak berjalan jauh seperti ini, membuat nafas sedikit ngos-ngosan dan kaki letih, tapi tetap semangat dan menikmati asrinya hutan belantara Pulau ini. Keletihan ini akan terbayar nanti dengan indahnya lagun Pulau Sempu. Ini menjadi semacam stimulus untuk tetap berjalan di sela pepohonan dan tajamnya bebatuan gamping yang sering dijumpai. Selama perjalanan cukup sering ketemu dengan rombongan lain yang lebih dahulu sudah menikmati lagun Sempu. Sapaan ramah dan senyum selalu tercipta ketika berpapasan. Jadi ingat masa-masa naik gunung dulu ketika kuliah. O, waktu yang begitu cepat berlalu.
Sapuan ombak lagun Pulau Sempu dan tertawa riang orang-orang sudah mulai terdengar,,artinya sudah dekat. Dan benar, begitu keluar dari hutan hamparan Lagun Pulau sempu terhampar indah, seolah ingin menyapu semua kepenatan yang ada. Kutarik nafas dalam-dalam, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, sebagai wujud kepuasan berhasil sampai ke sini. Kalau dulu yang kubaca di internet orang-orang yang berkunjung kesini menyamakan tempat ini seperti lokasi syuting The Beach di Thailand cukup beralasan kiranya. Lagun yang tidak begitu luas, air nya yang sangat jernih dan pantainya yang sangat bersih. Dikelilingi oleh perbukitan dan karang, menambah keindahannya. Air Lagun ini berasal dari laut lepas yang masuk melewati celah-celah karang, sehingga airnya menjadi sangat jernih. Puas melakukan orientasi di sepanjang pantai, sekarang waktunya baju dibuka dan segera nyeburrr…. segar nyaa. Tidak perlu khawatir karena airnya tidak terlalu dalam, kecuali kalo kita berenang agak ke tengah. Eits si driver ternyata juga kegirangan dan ikut nyebur,,hahahah kasih potongan nanti ya Pak bayaran rental mobilnya. Waktu mungkin sudah menunjukkan jam 1 siang, segera aku bergegas ke pinggir ke bawah pepohonan bersandar di karang dan membuka bekal yang tadi di persiapkan. Sayang disini tidak ada yang jual kelapa muda, kalau ada pasti makin mantap hehehe. Lauk hanya nasi dan telur bulat terasa sangat enak dan sempurna.
Selesai makan dan ditutup oleh kretek ngapain lagi ya,,? Berenang dan nyebuur lagi,,,,sayang, harus benar-benar dipuasin disini. Sebenarnya lebih enak kalo kesini rame-rame dan malamnya nginap disini dengan tenda. Hal ini banyak dilakukan para pengunjung yang datang. Malamnya bisa bakar ikan, sambil melihat bulan dan bintang di atas sana.. wuihh kereen. Lain waktu kalau kembali lagi kesini itu akan kulakukan. Waktu semakin sore, sepertinya ini saat untuk pulang, namun sebelum itu aku menyempatkan untuk memanjat karang yang tidak begitu tinggi. Sesampainya diatas, lagi-lagi mata ku dimajakan oleh indahnya laut Jawa yang begitu luas dan biru. Puas, benar-benar tidak menyesal datang ke tempat ini.
Uuh inilah bagian yang paling berat, perjalanan pulang kita harus trekking lagi melewati jalur yang sama ketika datang pagi tadi. Melangkah dan terus melangkah. Akhirnya kembali sampai di pinggir Pulau kembali, air lagi surut dan di kejauhan kapal penjemput tampak mulai bersandar untuk segera menjemput kami kembali ke Pantai Sendang Biru. Sampai di pantai Sendang Biru segera mandi dan bergegas pulang karena senja sudah mau turun. Tapi di awal perjalanan pulang terlihat ada papan penunjuk jalan ke sebuah Gua yang juga menjadi tujuan wisata di kawasan ini. Akhirnya aku putuskan untuk singgah sebentar. Sampai di Gua tersebut hari semakin gelap, pikir-pikir tidak usah saja masuk ke Gua nya, apa yang mau dilihat saat hari mau gelap begini. Aku berjalan memutari gua ini ternyata aku menemukan sebuah Pantai yang sangat indah, bernama Pantai Cina. Keindahannya terletak pada gugusan batu gamping yang tinggi menjulang yang berjejer beberapa meter dari pinggir pantai. Berpadu dengan semburat senja yang berwarna keemasan. Akhirnya gelap datang dan aku kali ini benar-benar akan pulang kembali ke Malang.
Malam ini aku meninap di rumah saudara di daerah Kepanjen. Di perjalanan pulang tadi di telfon dan dipaksa untuk menginap heheh.

Hari 3
Bangun agak kesiangan, setelah mandi dan berkemas, aku diajak Tante Eli sarapan di daerah stasiun. Menunya nasi pecel, mantap brooo..enak banget. Jadwal penerbangan ke Jakarta sekitar pukul 1 siang. Masih punya cukup waktu untuk beli oleh-oleh. Kebetulan istri pernah cerita dulu waktu kecil sering makan kue berbentuk koin, niat untuk memberi sedikit kejutan aku pun mencari toko yang masih menjual kue tersebut. Sudah bangga dan senang nih,,ternyata sesampainya di depok begitu aku kasih tau istri dengan rasa senang ternyata kue yang aku beli itu bukan yang dimaksud,,salah ternyata, hiks. Itulah catatan perjalanan selama 3 hari di Kota Malang, sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Malang, kota yang indah dan nyaman. See you next time. Salam
Dan saat tulisan ini dipublished, besoknya aku dannkeluarga akan mengulang kembali perjalanan ku ke Malang, Sempu, ditambah dengan ke Bromo.

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in liburan. Bookmark the permalink.

2 Responses to A TRIP TO MALANG, tulisan yang ulang tahun

  1. amar says:

    Mau tanya rekomendasi nmor kontak sewa motor di malang ke siapa ya? Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s