Kabut kabut yang turun diantara lembah dan pegunungan

Malam yang begitu sempurna untuk memperdengarkan sepotong sajak dari Sapardi Djoko Damono, yang digubah menjadi sebuah lagu yang indah oleh Melancholic Bitch. “Kabut yang likang dan kabut yang pupuh, legakan gerimis pada tiang tiang jembatan”. Ya malam ini kabut turun perlahan dimalam kota lembah dan pergunungan. Menggantikan hujan yang bertubi-tubi membasahi tanah dan bebatuan. Pohon pohon cemara dan pinus yang entah sudah berapa puluh tahun selalu setia menerima titik-titik air dari langit.

Jalinan cerita ini memang aku buat dan aku peruntukkan buatku sendiri. Sebagai hasil dari sebuah noktah kejadian yang bernama mimpi. Malam ku mungkin sama dengan malam mu dan malam-malam orang di kota itu. Malam yang selalu sibuk untuk mempersiapkan bagaimana esok pagi. Ada semacam pertemuan tentang bentuk kebebasan dan kesenangan di atas sana. Disuatu ruang bernama angan-angan dan khayalan.

Kabut semakin tebal,,malam semakin larut dan dingin.
Tulisan dan cerita ini memang kuperuntukkan untukku sendiri..

26Mei2013, Batu, Malang.

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in aku dan sekitar. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s