Enjoy The Past (part 1)

Sebenarnya aku gak ingat kapan pertama kali ada keinginan untuk memiliki motor klasik. Dulu waktu kuliah cuma pernah liat motor2 klasik berseliweran di jalanan Jogja. Atau punya teman kuliah yang bernama Tomas dengan Binter ijonya yang keren. Pada saat SMA punya motor yang cukup baru di jaman itu, Astrea Impressa. Itu yang menjadi kendaraan sehari-hari untuk sekolah yang jaraknya dari rumah cukup jauh. Pada saat itu juga barang klasik yang pernah aku naiki adalah vespa super punya abangku yang dicat warna pink yang kadang aku bawa ke sekolah. Hi hi masih ingat dulu pas bawa tu vespa sering mogok dan dorong dibawah terik matahari.

Namun makin ke sini hasrat akan sesuatu yang berbau klasik, retro, vintage atau gampangnya jadul semakin menggila. Untuk motor pilihan pertamaku jatuh ke Honda CB. Aku jatuh hati sama jenis motor ini jujur karena liat desainnya yang ajiib. Mulai dari lampu, sein, tangki dan knalpotnya. Dan saat ini pun CB makin banyak dijual dan dipakai, bukan saja oleh yang tua-tua tapi juga oleh anak muda. Akhirnya sekitar penghujung 2012, setelah browsing di internet dan tanya kesana kemari akhirnya dapat juga motor CB 100 tahun 1973 warna merah kombinasi putih atau orang sering menyebutnya CB gelatik. Motor ini aku beli dari seseorang di Lenteng Agung yang sudah cukup lama main motor klasik terutama CB bahkan doi juga buka bisnis jual spare part CB secara online. Butuh beberapa kali bolak balik kerumah doi untuk memastikan beli apa gak tu motor. Akhirnya dengan Bismillah aku beli juga , karena sudah membandingkan dengan beberapa kandidat lain motor CB Gelatik ini komponen originalnya masih lumayan banyak. Untuk harganya gak mau sebut ah,, heheheh.

Tugas selanjutnya adalah balik nama surat2 itu motor, ganti beberapa part dan bagusin penampilannya. Karena waktu yang tidak memungkinkan untuk mengurus semua hal itu. CB Gelatik yang baru dibeli aku percayakan sama kenalan bengkel yang memang sudah sering menangani motor motor klasik. Singkat cerita, malam lebaran haji 2012 dikasi kabar bahwa motor sudah selesai dan bisa diambil. Dengan semangat lebaran haji segera meluncur ke TKP. Setelah bayar-bayaran kelar langsung tancap gas dan dibawa pulang ke Depok. Selanjutnya asoy geboy dah dengan motor klasik. Prinsip kalau punya motor klasik, harus telaten ngerawatnya, rutin diservis, gak usah digeber kenceng kalau dibawa jalan, santai-santai aja, selalu dipanasin tiap hari, dijemur dan sering-sering dielus.

Istri dan teman-teman sering bertanya, kenapa si suka motor klasik. Jawabannya simple bagi yang sepaham dengan ku, sesuatu yang klasik itu kita berbicara tentang seni dan sejarah. So, let’s back to classic and enjoy the past.

Ohya,,,aku pertama kali bisa dan bawa motor kopling ya di motor CB ini hehe

side1

side2

best of our

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in aku dan sekitar, hobbies and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s