Buku Cerita

Saya termasuk yang merasa beruntung lahir di tahun 80an dan menghabiskan masa kecil-remaja pada rentang 80-90an. Karena kalo saya bandingkan dengan masa sekarang, kok kayanya masa dulu itu berkesan sekali. Banyak hal dan peristiwa yang susah untuk dilupakan. Dulu saat kecil ,saya tidak seberuntung anak-anak lainnya yang akhir pekan selalu diajak oleh orang tuanya untuk berjalan ke kota menikmati hari libur. Jadilah diakhir pekan saya isi dengan bermain bersama teman-teman yang senasib dengan saya. Selain bermain dnegan teman ada satu aktivitas yang pasti saya lakukan di akhir pekan, dan aktivitas ini saya lakukan juga pada saat SMP, SMA, Kuliah, bekerja dan setelah menikah, yaitu datang ke Taman Bacaan.

Pertama kali saya dikenalkan dengan buku cerita kalau tidak salah oleh Bang Ir, dia ini pernah bekerja dengan bapak saya dan tinggal di salah satu kamar dirumah kami. Buku cerita yang pertama kali dikenalkan adalah serial Tin Tin dan Koboi jago Lucky Luke yang menembak lebih cepat dari bayangannya sendiri. Sejak saat itulah, buku cerita, komik, cerita silat dan taman bacaan menjadi surga bagi saya. Pada zaman itu untuk membeli buku cerita uang jajan tidak akan cukup, beberapa anak yang bernasib baik mungkin dengan gampang membeli buku atau berlanganan mingguan majalah Bobo dan Donal Bebek. Namun bagi anak-anak seperti saya Taman Bacaan atau bahasa sekarangnya Rental Komik menjadi satu-satunya tempat untuk menghabiskan dan menikmati hal yang bernama imajinasi.

Dulu, di dekat rumah, ada 2 taman bacaan yang sering saya kunjungi, yang pertama di dekat pasar induk, dan satu lagi diujung jalan rumah saya. Cuma saya lebih sering berkunjung ke tempat yang kedua karena koleksinya lebih lengkap dan di dekatnya ada phon rimbun yang bisa menjadi pilihan sebagai tempat untuk membbaca. Biasanya saya membaca di tempat, dan untuk komik atau buku cerita yang membutuhkan waktu lebih banyak untuk membacanya akan saya sewa untuk dibawa pulang. Bacaan yang saya sering ikuti saat SD sampai awal SMP adalah serial Petruk-Gareng dari Desa Tumaritis karya Tatang S, Deni manusia Ikan, karya-karya Ganesh Th seperti Si buta dari Gua Hantu, karya-karya Djair, Koo Pingho, Pendekar Hina Kelana, Dewa Mabuk, Tiger Wong, Tapak Sakti dan tentu saja cerita silat yang melegenda Wiro Sableng Pendekar 212.

Zaman-zaman saya SMA, komik Jepang, mulai dan semakin terkenal. Beberapa judul yang saya ikuti adalah Shoot, Boy Action, Ashura, City Hunter, Sinchan dll. Waktu SMA, taman bacaan langganan saya ada di dekat sekolah, jadi kalau pulang sekolah sering sempetin mampir ke sana. Demikian juga saat kuliah ada beberapa taman bacaan yang menjadi langganan saya. Bedanya kalo waktu kuliah, lebih sering komik disewa untuk di bawa pulang. Menjadi hiburan yang mengasyikkan di kamar kos, sambil baring dan dengerkan musik. Wahhhh I miss that moment !!!!!.
Zaman saya bekerja dan menikah, komik dan buku cerita masih menjadi hal yang wajib. Saya tinggal di daerah Depok, disini ada UI, dan biasanya di daerah yang banyak mahasiswa nya pasti ada Taman Bacaan atau rental komik. Langganan saya ada di daerah Jalan Margonda, dulu kalau pulang kantor sebelum kerumah, saya sering mampir untuk meminjam beberapa komik. Namun sayang taman bacaan itu sudah tidak ada sekarang, mungkin kalah bersaing dengan fasilitas internet yang membuat orang dengan gampang membaca komik yang mereka mau. Sekarang dengan semakin hilangnya Taman Bacaan, saya memutuskan untuk membeli komik yang saya sukai, memang mahal sih, tapi tidak ada pilihan lain karena membaca lewat internet tidak saya senangi. Tidak ada kenikmatannya, membaca sambil lihat layar.

Sekarang yang sedang saya lakukan adalah ingin mengembalikan kenangan masa dulu dengan mencari komik dan buku cerita yang dulu pernah saya baca. Saya ingin mengoleksi semuanya sebisa mungkin, kadang ada yang bilang aneh, tapi bagi saya kenangan, masa lalu, sejarah tetap berharga sampai kapanpun. Karena dia seperti mesin waktu, lorong zaman. Untuk mencarinya susah-susah gampang, harus rajin browsing di internet. Dan kalau beruntung akan dapat, dan bersyukurlah karena ternyata penggemar komik dan buku cerita masih banyak di luar sana. Beberapa judul komik yang sudah berhasil saya dapat adalah Shoot (semua seri), Boy action, Slam Dunk, Kenji, Natane, Kungfu Boy, Candy2 (milik istri ), beberapa serial Koo Ping Ho, Serial Wiro Sableng. Sedang dalam proses untuk melengkapi lagi koleksi Wiro Sableng, Koo Ping Ho, Serial Petruk-Gareng, komik karya Adichi Mitsuru, Ashura, Break Shot, Panji Tengkorak dan banyak lainnnya.
Mari mengembalikan masa lalu lewat komik dan buku cerita 

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in masa kecil. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s