Perth-Maret 2014

Ini adalah pengalaman pertama menginjakkan kaki di tanah Australia, tepatnya di Perth. Beberapa minggu yang lalu bos di kantor datang ke ruangan dan mengatakan apakah bisa mewakili kantor untuk mempresentasikan pekerjaan team dalam technical conference yang diadakan di Perth ? oh tentu siap Bos, saya akan membawa nama baik bisnis unit kita di sana . Akhirnya kesempatan itu terwujud juga hari ini, di awal musim gugur di Perth, di bulan Maret. Cuaca Perth hangat di siang hari namun cukup dingin dan berangin di malam hari.

Berangkat dari Jakarta hari Minggu pagi jam 10, dan sampai di Bandara International Perth saat jam menunjukkan pukul 4 sore. Waktu perjalanan yang ditempuh sekitar 4 jam lebih dikit. Conference akan dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa. Rabu sore sudah harus kembali ke Jakarta, dan Kamisnya masuk kantor,,. Penginnya agak lebih lama tapi kerjaan masih banyak yang terbengkalai,,heheh dedikasi gitu laah. Makanya dengan jadwal yang sempit ini dari awal sudah berpikir ketika di Perth benar-benar harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melihat suasana dan mendatangi tempat-tempat terkenal di kota ini. Keluar dari bandara, sepanjang perjalanan menuju hotel mata dimanjakan oleh bangunan-bangunan tua yang sangat terawat dan dijaga keasliannya. Setiap perpaduan moderenitas dan peninggalan sejarah membuat kota ini menarik untuk dikunjungi.
Beberapa bangunan tua yang ada di Perth

IMG_1045

IMG_1165

IMG_1046

IMG_1048

Perth berlokasi di bagian barat Australia. Salah satu kota yang terkenal selain Sidney, Canberra dan Melbourne. Hari pertama di Perth setelah chek in di Parmelia Hilton Hotel yang berlokasi di 14 Street, aku bergegas ke kamar untuk menaruh barang dan kemudian keluar dari hotel. Waktu sudah menunjukkan pukul 5 lewat. Tujuan hari ini adalah King’s Park Botanical Garden, yang kalau di lihat dipeta tidak begitu jauh dari hotel. Karena itu aku memutuskan untuk jalan kaki. Jam-jam seperti ini adalah jam orang pulang dari kantor. Jalur pejalan kaki sangat bagus di sini, cukup luas dan tidak ada motor yang naik ke trotoar seperti di Jakarta. Jalur pejalan kaki bergabung dengan jalur sepeda, dan banyak juga penduduk Perth yang menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi sehari-hari. Seperti saat mengunjungi Singapore, orang-orang disini juga gemar berolahraga. Ketika sore hari, kita akan melihat orang –orang pada lari, bersepeda, atau bermain skate board. Mungkin semakin maju kota, semakin sadar orang akan kesehatan. Sekitar 15 menit berjalan kaki, akhirnya sampai di King’s Park. King’s Park terletak di daerah tinggian, sehingga dari lokasi ini kita bisa melihat kota Perth, sebuah pemandangan yang indah. King’s Park ini sangat luas, dan di sore hari sering dimanfaatkan untuk melakukan aktifitas olahraga, atau sekedar bersantai bersama keluarga atau teman. Tamannya ditata dengan rapi, banyak pohon dan burung-burung bebas berkeliaran. Di beberapa tulisan yang saya baca sebelum berangkat, semuanya mengatakan kalau datang ke Perth harus mengunjungi King’s Park, karena merupakan salah satu icon kota yang sangat terkenal. Hari semakin sore menjelang malam, setelah puas menikmati pemandangan dan sejuknya udara di taman ini saya memutuskan untuk kembali ke hotel. Beberapa foto untuk King’s Park :
IMG_1086

IMG_1083
Perth menjelang malam
IMG_1134

Hari kedua, hari pertama untuk technical conference. Tapi aku tidak perlu detail mencetikan bagaimana conferennya. Waktu menunjukkan pukul 4 sore lewat beberapa menit. Selesai dengan conference, aku lagi-lagi bergegas kembali ke hotel. Dan setelah menaruh barang bawaan segera turun untuk keluar hotel. Tujuan hari kedua ini adalah melihat Swan Bell Tower, ini juga merupakan icon kota Perth yang terkenal. Lagi, ketika dilihat di peta jarak dari hotel sangat dekat, beruntunglah aku ang menginap di hotel ini. Seperti kemaren, sore hari adalah waktu orang selesai bekerja dan kembali ke rumah masing-masing. Dan seperti kemaren, di sore hari kita akan melihat banyak ornag yang berolahraga, lari, bersepeda adalah 2 aktifitas yang banyak dijumpai di sore hari. Swan Bell Tower terletak di pinggir sungai Swan River yang mebelah Perth menjadi dua bagian. Dinamakan Swan River karena bentuk sungai nya yang seperti angsa dan juga karena katanya banyak angsa hitam yang ditemukan dnegan mulut berwarna merah, angsa khas di Perth. Di dekat tower ini, terdapat dermaga yang perahunya bisa membawa kita menyebrangi sungai Swan River. Di sepanjang sungai ini juga disediakan jalur untuk pejalan kaki atau sepeda, juga banyak kita lihat bangku taman yang dapat kita gunakan sekedar untuk menikmati suasana Swan River yang indah dan sejuk.
Tempat Conference :
IMG_1145

Swan Bell Tower
IMG_1176

Hari ketiga di Perth, hari kedua dan terakhir untuk conference, waktu selalu cepat berlalu. Hari ini tidak banyak kegiatan, sore hari hanya dihabiskan di sekitaran hotel sambil melihat pekerja kantoran Perth beranjak pulang. Perth merupakan kota yang cukup tenang, dan ketika gelap, tidak banyak aktivitas diluar yang bisa kita saksikan. Toko-toko sudah tutup sekitar pukul 7 atau 8 malam. Tidak seperti Jakarta yang sepertinya 24 jam terasa kurang buat kota itu untuk hidup.

Hari keempat, hari terakhir di Perth. Jadwal penerbangan ke Jakarta pukul 5 sore sedangkan untuk chek out dari hotel pukul 12 siang. Masih ada beberapa jam untuk menghabiskan waktu di Perth. Pagi setelah selesai sarapan dan beres-beres barang aku segera keluar hotel. Rencana pagi sampai siang ini adalah jalan-jalan sekitaran kota dan mencari oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman di kantor. Ini sudah menjadi tradisi setiap bepergian ke luar kota. Rencana awal aku sebenarnya adalah ke Fremantle market, daerah di pinggir laut ang dari informasi yang aku baca disini merupakan daerah untuk mencari oleh-oleh, karena ada daerah namanya Fremantle Market yang cukup terkenal. Untuk ke Fremantle cara tercepat dan murah adalah dengan naik kereta dari Perth Station dan turun di Fremantle Station. Perjanalan sekitar 30 menit dan untuk ke pasarnya butuh sekitar 10 menit berjalan kaki dari stasiun kereta. Sebenarnya masih cukup waktu untuk ke Fremantle yang merupakan daerah di pinggir laut. Tetapi dengan pertimbangan khawatir nanti terlalu terburu buru ke bandara akhirnya aku batalkan. Sebagai gantinya untuk mencari oleh-oleh aku pergi ke Hay Street yang tidak begitu jauh dari Hilton Hotel. Style udah keren, kacamata hitam, berangkaaat. Beberapa barang yang di beli adalah, coklat, magnet kulkas, hiasan boomerang, kaos, jaket buat Alif dan hiasan dinding pesean istri. Capek berkeliling, kita ngopi-ngopi dulu, secangkir capuchino hangat. Di daerah Hay Street ini ada tempat yang namanya London Court. Aku sangat suka dengan bangunan ini,,begitu klasik dan artisitik. Di sepanjang London Court akan banyak kita lihat deretan toko dan coffe shop yang semanya bergaya klasik. Sangat indah, ini adalah salah satu tempat di Perth yang sangat aku suka. Betah lama-lama berjalan di sepanjang London Court dan menikmati bangunannya. Pukul 11 siang, saatnya kembali ke Hotel untuk beres-beres dan check out. Sampai jumpa lagi Perth, kota yang menyenangkan, semoga ada kesempatan dilain waktu karena 3 hari tidak cukup untuk menikmati kota ini.

Pusat oleh-oleh di sekitaran Hay Street
IMG_1223

London Court yang memikat
IMG_1213
IMG_1214
IMG_1231
IMG_1237

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in dunia kerja, liburan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Perth-Maret 2014

  1. fotonya keren banget nih kece badai 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s