Salju

Salju terbaik telah lewat

Aku masih ingat saat warna putihnya

Jatuh di pelataran gedung gedung tua itu

Atau mengendap di atap rumah

Disaat seorang tua dengan syal birunya berjalan menahan dingin

kristal kristal salju ada di ujung ujung pinus

Menggantung seperti sebuah pertanyaan

Yang aku berikan saat kita berdiri di tengah jembatan

Memandang sungai yang membelah Wina

Ujung mata teduhmu hanya bergerak pelan

Mengikuti kelokan sungai

Membentur perbukitan utara yang diam

Masuk ke lembah lembah sunyi

Salju saat itu,,

Salju terbaik yang terlewatkan

(Depok, 8 Desember 2015)

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s