Awan

images-5Aku adalah awan kecil. Yang berada diantara jutaan awan lainnya di atas sini. Aku suka berpikir kenapa aku bisa ada dan dari mana aku berasal. Aku ada di horizon yang tidak begitu tinggi. Ada jutaan awan lain yang ada diatasku, tapi cukuplah bagiku untuk melihat cakrawala. Awan awan diatasku biasanya lebih besar dan menggumpal. Bahkan diatas ku banyak ditemui awan awan yang besar seperti gunung.

Usia ku sudah puluhan tahun mungkin lebih. Dan banyak awan awan yang lebih tua dari ku. Kami para awan lebih banyak diam di posisi kami. Kalaupun bergerak itu cuma perlahan. Aku membenci nya..aku tidak suka diam di posisiku. Pernah beberapa kali aku memanggil temanku..sang angin untuk minta bantuannya meniupku dan membawa ku ke tempat lain yang jauh.

Aku ingin melihat belahan daerah lain kalau mungkin belahan dunia yang lain. Berkenalan dengan awan awan disana. Aku paling benci ketika ada pesawat yang menembusku karena akan merusak gugusan himpunan ku. Dan cukup waktu yang lama untuk mengembalikan ke bentukku semula.

Aku pernah dibawa angin ke suatu daerah yang indah. Dibawah ku laut biru dan ada beberapa ekor lumba lumba yang berenang beriringan. Diatas dan sekitarku tidak ada awan lain.. hanya aku seorang. Tepat di depanku terlihat pantai indah dengan pasirnya yang berwarna putih. Tak ada ombak, lautan begitu tenang. Dan di belakang pantai itu langsung disambut dengan barisan perbukitan hijau rimbun.

Aku ingat, saat itu pagi hari. Aku menyukai pagi. Itu adalah saat dimana hari akan dimulai, aku akan berusaha membuat bentuk ku seindah mungkin menyesuaikan dengan birunya langit. Agar bisa menemani manusia manusia dibawahku memulai waktu mereka. Bagiku pagi adalah senyuman, bukan hanya manusia, aku bisa melihat hewan dan tumbuh tumbuhan juga selalu menanti senyuman pagi hari. Aku selalu menyukai pagi, ketika cahaya matahari masuk ke sela sela pepohonan dan memberi salam pada rerumputan. Dan di pagi itulah aku menemukan tempat yang indah tersebut. Aku terbang perlahan kegirangan, menyusuri pantai berpasir putih dan mengitari deretan perbukitan itu. Tak ada waktu dan pengalaman yang lebih baik dari ini. Ini sempurna, melebihi cerita si Kinton, awan teman ku yang pernah mengunjungi suatu tempat yang indah juga. Aku ingin berlama lama disini dan kalau bisa tinggal disini, memandang dan menikmati pagi yang indah disini. Tetapi takdir ku berkata lain, aku harus meminta bantuan angin kembali untuk membawaku pulang ke tempat dimana aku datang, berhimpun berasama kumpulan awan lainnya.

(Desember 2015, ruang tunggu bandara)

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in cerpen. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s