Priti, Melo dan Tahun Baru

2015-12-31-22-11-07--364204847

Malam Priti, sapa Melo..kucing jantan yang mengaku paling cakep di komplek ini. Priti kucing betina, tidak seperti Melo, Priti memang diakui sebagai kucing betina yang paling manis. Bulu putih nya yang halus dan dikombinasikan bulu warna hitam bergelombang membuat kucing kucing jantan di komplek tergila-gila. Belum lagi matanya yang lentik dan ramah itu dan suara meong nya yang aduhai..menambah kesempurnaan Priti dimata para jantan. Sedangkan Melo..kucing berbulu coklat muda bercampur putih adalah salah satu kucing jantan komplek pemuja Priti. Tubuhnya tidak begitu tegap dan besar jauh kalah jika dibandingkan Bob, jawara komplek. Tapi sifat ramah, supel, gaul dan suka menolong nya itu yang membuat Melo disukai banyak kucing lain di komplek, termasuk Priti, mungkin.

Pernah suatu hari..si Mako kucing kurus di serang Dog, anjing yang suka berkeliaran di komplek, dengan gagahnya Melo membantu dan melawan Dog, dan aksinya itu sudah mejadi cerita terkenal di kawasan ini.

Malam Priti..ujar Melo untuk yang kedua kalinya. Hai Melo..jawab Priti sambil mengusap muka cantiknya pelan dengan kaki kanan depannya. Priti, apa yang kau lakukan dirumah, ayo sini keluar menikmati malam. Ah..diluar dingin Melo..aku lebih suka disini, lebih hangat. Lagian tiap malam juga seperti itu..dingin.  Ayolah Priti..ujar Melo. Malam ini adalah malam tahun baru, apakah kau tidak tahu?? Memang kenapa dengan malam tahun baru, tidak ada bedanya dengan malam-malam yang lain. Hanya angka nya saja yang berubah bertambah satu. Iya sih Priti, tapi tetap saja malam ini spesial dan hanya ada sekali setahun. Tiap malam bisa dibuat spesial..kalau kita mau kilah Priti lagi. Iya iya kau benar Priti, tapi ayolah..malam ini berbeda. Tidak kah kau lihat orang orang menyambut gembira malam ini..dimana mana orang keluar rumah, bersama teman..keluarga dan orang orang terdekat. Aku yakin tuanmu juga seperti itu kan? Tidak kata Priti..tuanku dan keluarganya hanya berkumpul di rumah. Makan bersama, nonton TV dan ngobrol ngobrol seputar hari. Coba kau perhatikan Melo, perayaan yang orang orang itu lakukan tampak sia sia, membakar petasan..kembang api, pesta pesta, hura hura, untuk apa itu semua. Apa esok hari mereka akan berubah dengan itu, sudahlah besok matahari juga akan muncul dari Timur seperti biasa, pagi indah itu juga akan datang. Itu kehidupan manusia..apalagi kehidupan kucing seperti kita Melo, lebih tidak akan ada yang berubah. Jadi lupakan saja niatmu untuk merayakan malam ini.

Ah Priti ujar Melo..jangan terlalu skeptis dan apatis akan segala hal..memang mungkin tidak akan ada yang berubah dengan kehidupan manusia manusia itu esok harinya. Tetapi ini memang adalah waktu yang pas untuk bersuka cita, berbahagia dan saling berbagi rasa. Tiap hari yang aku dengar dan liat kehidupan manusia manusia itu sudah diwarnai kesusahan, kemuraman, ketidakadilan, keluh kesah dan sejuta kekecewaan lainnya, jadi tidak salahnya kalau malam ini mereka bergembira sejenak, melepaskan muram durja dan beban hidup mereka yang hari kehari makin berat. Tapi tetap saja Melo, aku tidak suka dengan perayaan perayaan seperti tahun baru. Apanya yang dirayakan..yang jelas umur makin berkurang..itu pasti. Jadi buat apa itu semua. Priti ku yang manis..sudahlah sudah..kita ini kucing, kenapa juga kita pusing dengan urusan manusia-manusia itu. Aku menghargai cara pandang mu. Biarkan saja manusia-manusia itu dengan tingkah mereka. Tapi aku ingin sekali mengajak mu keluar malam ini..menikmati malam. Itu maksudku Melo, kau itu terlalu bodoh dan sentimentil..tidak perlu menunggu malam tahun baru yang berisik ini untuk mengajakki keluar, malam malam biasa pun kau bisa dan aku pasti akan mempertimbangkannya. Aku akan bersedia kecuali kalau kau ajak aku berpetualang ke kampung sebelah yang disana banyak tikus tikus sebesar diri ku, aku pasti akan menolak.

Melo tersenyum, tenang Priti aku tidak akan mengajakmu kesana. Malam ini aku hanya ingin mengajakmu ke atas atap rumah sana. Kita habiskan malam ini di sana. Kau akan kuperlihatkan malam pergantian tahun yang indah. Karena dari atas sana kita akan bisa melihat langit yang dihiasi warna warni kembang api. Dari atas kita akan bisa melihat penjuru kota yang terang dan meriah oleh pijar puluhan warna. Kau pasti akan terkagum kagum melihatnya walau pesona itu memanglah tidak lama, hanya sebentar. Tapi itu cukup akan menjadi kenangan buat mu. Dan pastinya buat ku juga. Gampangnya akan jadi kenangan indah kita berdua. Kau tau Melo, ujar Priti pelan.. sisi itu yang paling aku suka dari mu. Yang susah aku temukan pada diri kucing kucing jantan di komplek ini. Ayolah..mari kita naik ke atas ujar Priti. Mmm satu hal lagi Priti, pinta Melo. Bolehkah aku nanti di atas sambil melihat warna warni langit aku ingin membelai dan mengendus bulu bulu indah tubuh mu itu? Bodoh..!!! Kesal Priti..hal seperi itu tidak usah kau tanyakan lagi!!! Tapi dengan syarat kau jangan terlalu sering bertualang lagi ke kampung sebelah. Lebih seringlah melihat ku. Melo tersenyum bahagia..senyum kemenangan.

(Taufiq, Depok, malam tahun baru 2015)

 

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in cerpen. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s