Californication (part 1)–I left my heart in San Francisco

Ini adalah cerita perjalan ke Amerika, September 2014 saat dimana kondisiku dan harga minyak lagi jaya-jayanya, kalau sekarang ya jaya juga dalam artian yang berbeda. Untuk mengenang kejayaan itulah cerita lama ini rasanya penting untuk ditulis.

Jujur, dulu tidak pernah terbayang akan pernah menyambangi tanah Amerika. Tapi, kesempatan itu datang, aku menyambangi Amerika Serikat, USA kawan!!!,,negara yang katanya paling adidaya setelah runtuhnya hegemoni Soviet, sebuah penyeimbang. Kepentingan ke negara ini adalah untuk training dari kantor (jauh amat yak training nya). Untuk cerita kali ini aku mungkin hanya akan bercerita tentang kota-kota yang aku kunjungi di Amerika tepatnya di negara bagian California, sedangkan untuk bahan trainingnya mungkin akan aku tulis di bagian tersendiri.

SAN FRANCISCO

Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh dari Jakarta, transit Dubai dan lanjut ke Amerika, akhirnya sampailah di bandara San Francisco (SFO), pintu masuk ke kota San Francisco. San Francisco merupakan kota terpadat ke empat di negara bagian California. Kota ini terletak di pantai Barat Samudra Pasifik dan menjadikannya sebagai kota yang sangat indah. Karena keindahan kota ini, menjadikannya salah satu destinasi wisata di Amerika. Selain itu kota ini juga menjadi pusat keuangan, budaya, pendidikan dan transportasi. Arsitektur bangunan di kota ini merupakan gabungan modern dan klasik, aku sangat suka melihat model-model rumah art deco yang menjadi tipikal rumah di sini.  Untuk transportasi, jika ingin keliling kota San Francisco kita bisa menggunakan tremline/cable car yang menjadi icon kota ini. Percayalah anda pasti akan ketagihan naik cable car sembari melihat suasana  San Francisco yang indah. Selain cable car, kita juga bisa naik city bus tour. Dengan membayar 40 dolar anda akan diajak melewati pusat pusat kota dan tempat tempat bersejarah di San Francisco. Bus ini ada 24 jam dan ketika naik kita dapat memperoleh penjelasan tentang tempat-tempat yang kita lewati melalu radio yang terpasang di bus. Banyak tulisan yang menyanjung kota ini sebagai kota yang indah dan setelah ada disini aku setuju 100% dengan hal itu, kota ini benar-benar indah. September merupakan peralihan musim panas menuju musim dingin, membuat cuaca di sini sangat sejuk dan menyenangkan.

Arriving at SFO International Airport

The street of San Francisco

Love the architecture !!!

Cable car, one of the public transportation in San Francisco

City bus tour, only 40USD will bring you enjoy the San Francisco

Banyak tempat yang bisa kita kunjungi selama di San Francisco diantaranya adalah :

Union Square

Bisa dikatakan ini adalah alun-alun kota San Francisco. Disini akan kita jumpai orang-orang yang duduk santai menikmati suasana kota. Banyak deretan pertokoan kita jumpai disini begitu pula dengan coffe shop dan penjual makanan. Biasanya alun alun ini juga dijadikan tempat pagelaran acara atau festival dan kebetulan ketika aku datang, di Union Square sedang ada pameran lukisan. City bus tour yang aku jelaskan di atas tadi berangkat dan berhentinya adalah dari Union Square ini.

Union Square, San Francisco

China Town

Anda pasti paham, dimanapun dibagian bumi ini bangsa Cina pasti ada. Bahkan dalam setting cerita Lucky Luke, cowboy jagoan menembak itu bangsa Cina sudah menempati daerah Amerika dan sering digambarkan sebagai yang mempunyai usaha binatu (laundry kalau jaman sekarang). Demikian juga di San Francisco, pusat populasi mereka ada di Chinatown, daerah ini tidak begitu jauh dari Union Square kita bisa menempuhnya dengan berjalan kaki dengan menggunakan peta tentunya. Malam hari, Chinatown akan bersolek dengan deretan lampion-lampion merahnya. Didaerah ini juga banyak deretan pertokoan yang menjual souvenir dan pernak pernik bertemakan San Francisco, tak adalsahnya membeli souvenir disini karena harganya yang lebih murah. Di ChinaTown juga banyak restoran-restoran Asia yang bisa menjadi pilihan ketika ingin mencari makanan.

Welcome to Chinatown

Red Lantern formation

Golden Gate Bridge

Jembatan yang luar biasa indahnya ini adalah tujuan utama ku di San Francisco. Karena ia sudah jadi icon dari kota yang menawan ini. Jembatan yang selama ini hanya bisa dilihat di film-film atau di internet harini bisa aku kunjungi. Golden Gate Bridge banyak disepakati orang sebagai jempabatan yang paling indah di dunia, dibangun pada tahun 1937 pada zaman Pemerintahan Roosevelt. Dengan panjangnya yang mencapai 2 km, jembatan ini menghubungkan kota San Francisco dengan Kabupaten Marin, California. Warna merahnya yang gagah dari kejauhan akan mudah dikenali. Disarankan waktu untuk datang ke tempat ini adalah pada pagi hari, karena kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa dramatis dan indah, karena sebagian jembatan ini akan tertutup kabut Pasifik menyisakan tiang tiang kokoh bagian atas yang berwarna merah, dan perlahan lahan kabut-kabut ini akan hilang seiring makin naiknya matahari. Aku mengerti sekarang kenapa Sapardi Djoko Damono sampai membuat puisi yang juga indah tentang golden Gate Bridge ( Judul : Kartu pos bergambar jembatan Golden Gate San Francisco). Aku sampai datang dua kali ke jembatan ini, pertama bersama teman-teman dan esok harinya sendirian, bukan apa-apa karena bagiku duduk berlama-lama sambil menikmati pemandangan di sini sangat menyenangkan. Namun dari beberapa informasi yang aku dapat, catatan keindahan jembatan ini menjadi sedikit ternoda karena dulu jembatan ini banyak digunakan orang untuk bunuh diri. Dan karena itulah mungkin teralis-teralis pembatas jembatan yang ada di sisi kiri dan kanan semakin dibuat tinggi, mencegah orang untuk terjun bebas ke laut. Kita bisa menikmati dan menulusuri jembatan ini dengan aman karena pemerintah setempat sudah menyediakan jalur untuk pejalan kaki dan sepeda di sisi kiri dan kanan jembatan.

Welcome to Golden Gate Bridge

The gate and the blue ocean

With friends

Golden Gate Bridge from another point of view

Lombard Street

Jalan ini sangat terkenal, dan termasuk jalan yang paling unik di dunia. Keunikan jalan ini adalah bentuknya yang berkelok-kelok dan menurun, sebenarnya jalan ini tidak panjang namun karena bentuknya yang unik menjadikannya terkenal, ditambah lagi kiri kanannya dipercantik dengan deretan bunga-bunga yang berwarna warni. Untuk ke Lombard Street kita bisa menggunakan tremline/cable car. Yang aku sukai di sini selain jalannya yang unik adalah ketika berdiri di titik tertingggi dari jalan ini dan jika memandang lurus ke depan maka kita akan bisa melihat deretan perumahan San Francisco yang berwarna putih dan berpadu dengan birunya laut serta perbukitan.

Lombard Street

View from the highest poin of Lombard Street, San Francisco what a beautiful city !!!

Fisherman Wharf’s San Francisco

Hari-hari terakhir di San Francisco aku bersama temanku memutuskan untuk pergi ke Fisherman Wharf dan menginap disana. Fisherman Wharf ini merupakan daerah pelabuhan yang ada di San Francisco. Dari hotel di pusat kota, menggunakan taksi membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di Fisherman Wharf. Ketika sampai, hari menjelang sore, dan saat ini orang tumpah ruah ke jalan menikmati suasana khas kota pelabuhan. Benar-benar ramai. Aku bergegas chek in di hotel, taruh barang dan langsung bergegas ingin ikut menikmati sore di Fisherman Wharf’s. Sepanjang jalan kita akan menjumpai deretan restoran, toko-toko baju dan tidak ketinggalan atraksi-atraksi seniman di San Francisco berupa tarian, melukis, permainan musik dan berbagai macam pertunjukan seni lainnya. Icon kota ini adalah tugu yang bergambar kepiting (Crab), ya daerah ini terkenal dengan makanan kepitingnya.

Welcome to Fisherman Wharf of San Francisco

People enjoying the day in Fisherman Wharf

Musical performance, we can find so many art performance in here

So classic !!!

Banyak tempat yang bagus yang bisa kita kunjungi di Fisherman Wharf. Disini kita bisa menjumpai museum atau kumpulan benda-benda antik dan permainan antik yang masih bisa berfungsi. Melihat nya akan membawa kita jauh mundur ke puluhan atau mungkin ratusan tahun ke belakang. Seperti kotak musik klasik, piano klasik, motor-motor antik dan diorama dari oil field jaman dulu.

One of the classic music toy

Oil fields

Sebagai kota pelabuhan, Fisherman Wharf terdiri dari beberapa dermaga yang disebut sebagai Pier, dan ada banyak Pier mungkin sampai 60, salah satu Pier yang paling terkenal adalah Pier 39 dan menjadi destinasi utama para wisatawan jika berkunjung ke Fisherman Wharf. Begitu memasuki Pier 39, kita akan disambut oleh kumpulan singa laut yang sedang berjemur dan bermalas-malasan. Suara khas mereka seperti ingin menyapa dan mengucapkan selamat datang. Pier 39 bukanlah habitat singa laut, mereka mulaia ada di sini ketika terjadi gempa pada tahun 1989. Awalnya jumlah mereka hanya 10-50 ekor namun makin lama makin bertambah dan mencapai puncaknya pada tahun 2009 dimana jumlah mereka ada sekitar 1700 ekor. Ketika musim panas mereka akan berenang ke Selatan untuk menyambut musim kawin dan jumlahnya akan bertambah lagi di Pier 39 ini sekitar minggu pertama di bulan Agustus.

Welcome to the most popular Pier in Fisherman Wharf, Pier 39

Say hello to sea lion, they just have a nap

The Pier

Sebelum masuk lebih jauh ke Pier 39, sempatkanlah melihat ke arah lautan lepas, ditengah kita akan menjumpai sebuah pulau kecil dengan bangunan besar di atasnya, ya itulah penjara Al Catraz yang terkenal itu. Kita bisa mengunjunginya dengan kapal namun untuk kali ini karena waktu plesiran yang tidak banyak cukuplah melihat bangunan bersejarah itu dari jauh.

The AlCatraz

Bangunan-bangunan dan pertokoan di Pier 39 ini rata-rata dibuat dengan kayu dan bergaya klasik yang warna-warni, begitu masuk lebih jauh ke dalam kita akan bisa menemukan banyak hiburan seperti komedi putar, pertunjukan sulap, sirkus dan lain-lain. Di sini kita juga dapat menemukan restoran kepiting yang terkenal itu, Bubba Gump. Jika kalian ingat film fenomenal Tom Hanks Forest Gump, maka kita kan mengerti sejarah bagaimana restoran terkenal ini bisa berdiri. Ada lagi toko yang menjual poster-poter keren baik dari para artis terkenal, penyanyi legendaris ataupun pemandangan khas San Francisco. Rata-rata posternya bernuansa vintage dan retro. Rasanya ingin aku beli beberapa poster namun aku batalkan karena khawatir akan susah membawanya kelak dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Satu lagi tempat di Pier 39 yang membuatku betah berlama-lama di dalamnya adalah sebuah toko yang menjual barang-barang asli milik tokoh-tokoh terkenal. Disini kita bisa menjumpai gitar Edge nya U2, kupulan album Pearl Jam, vinylnya The Beatles, Gitarnya BB King, sabuk juara dan sarung tinjunya Muhammad Ali dll. Semua koleksi itu lengkap dengan tanda tangan artisnya dan dipigura rapi. Kalau dikonversikan ke rupiah harganya cukup mahal.

Inside the Pier

Inside the Pier

Bubba Gump Restaurant

Inside the Bubba Gump

All about poster

Awesome collection in this shop

The Champ !!! one of its is Muhammad Ali’s stuff

Senja telah datang, malam segera tiba di Fisherman Wharf, namun aku dan temanku masih terlalu malas untuk kembali ke Hotel. Akhirnya kami memutuskan untuk naik train yang rute perjalanannya di awalai di Fisherman Wharf. Tanpa tujuan, hanya ingin tahu sampai kemana train ini akan membawa kami, pastinya nanti akan kembali lagi ke Fisherman Wharf. Setelah melewati beberapa bagian kota, akhirnya kami sampai ke pemberhentian terakhir train ini sebelum nanti akan kembali ke rute menuju Fisherman Wharf. Semua penumpang sudah pada turun, tinggal aku dan temanku, kami malas turun karena toh sebentar lagi train nya akan jalan dan berputar kembali ke Fisherman Wharf. Tapi masinisnya seorang Mexican dengan logatnya yang khas menyuruh kami untuk turun dan menyarankan melihat-lihat suasana kota, karena jadwal keberangkatan kereta masih ada 1 jam an lagi. Dia mengucapkan itu sambil tersenyum penuh arti padaku dan temanku. Akhirnya kami pun turun. Alangkah syok, kaget dan jijiknya kami ketika mendapatai kenyataan bahawa tempat pemberhentian terkahir kereta ini ternyata adalah lokasi pusatnya gay atau kaum homo nya San Fransisco. Orang-orang berlalu lalang berpasang-pasangan, namun sejenis. Baru kali ini aku lihat dnegan mata kepala ku sendiri mereka jalan sambil bergandengan tangan, aaarrghghhhh pantas si Meksiko tadi menyuruh kami turun sambil tersenyum. Seketika juga cerita kaum nabi Luth itu melintas di kepala. Akhirnya aku dan teman ku saling berpandangan dan tertawa, dan bergegas masuk ke dalam kereta dari pada berlama-lama duduk berdua disini, nanti nya disangka sejenis dengan kaum sesat itu.

Good night San Francisco

Jadwal checkout dari Hotel adalah siang hari sekitar jam 12. Jadi masih ada beberapa jam untuk menikmati Fisherman Wharf, jadilah pagi hari aku susuri kembali jalanan Fisherman Wharf yang sepi, orang-orang mungkin masih tidur, dan memang aktivitas di sini ramainya dimulai saat siang sampai malam. Matahari San Francisco makin meninggi walau tetap saja sejuk, Alcatraz yang diam masih terlihat di ujung sana. Sampai juga waktu untuk meninggalkan San Francisco, kota yang sangat indah, dan suatu hari nanti aku ingin kembali datang ke kota yang menawan ini.

Good bye San Francisco

Selamat Tinggal San Francisco !!!!

 

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in dunia kerja, liburan, luar negri and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s