Rezeki

Karena rezeki itu memang harus dikejar dan karena rezeki itu juga saling berkejaran dengan satpol PP…

Itu adalah pemandangan lazim yang sering kujumpai di seputaran jembatan penyebrangan di depan Ratu Plaza, ketika pagi hari menuju ke kantor. Jujur, aku sangat terbantu dengan para penjual makanan di sekitar jembatan ini, karena dengan merekalah kadang sarapan pagi bisa terpenuhi. Ada penjual buah potong, nasi pecel, gorengan, lontong sayur, roti dan bubur ayam. Pagi adalah hajat mereka untuk mengais rezeki sebanyak-banyak nya namun itu berlaku hanya sampai pukul 7 pagi, karena biasanya tepat jam 7 satpol PP akan segera meminta mereka untuk pergi dari sekitaran sini. Dan pemandangan yang mengagumkan adalah mendekati pukul 7, mata para penjual tersebut pasti awas sambil melihat ke ujung jalan apakah satpol PP sudah datang apa belum, dan lebih seru lagi ketika mereka sedang ada pembeli yang harus dilayani, bisa ditebak mereka akan melayani dengan tergesa-gesa dan terburu-buru.

Apa yang dilakukan satpol PP ini tidak salah karena kawan-kawan pedagang ini bagaimanapun juga menjajakan jualannya di sepanjang trotoar yang dari peraturan memang diperuntukkan untuk para pejalan kaki bukan untuk berjualan. Biasanya setelah ditertibkan mereka akan segera berhamburan dengan barang dagangan mereka, entah kemana, yang pasti ke arah dimana banyak pembeli. Namun disi lain, para pedagang butuh tempat untuk menjualkan dagangan mereka, untuk memperoleh rezeki yang bisa menghidupi mereka, dan jalanan, trotoar adalah tempat yang pas karena para pegwai kantoran pasti lalu-lalang disini. Secara tak sadar mereka sudah menyesuaikan dengan pola hidup pegawai kantoran Jakarta yang rumahnya nun jauh disana, biasanya dari rumah selepas subuh dan tidak akan sempat sarapan di rumah. Saya berani bertaruh jika ada jejak pendapat apakah pegawai kantoran di seputaran jalan Sudirman ini ditanya apakah merasa terbantu dengan adanya pedagang makanan yang sering berjualan di trotoar saat pagi hari, maka jawabannya adalah YA. Namun lagi-lagi hidup itu adalah aturan dan rezeki itu memang mesti dikejar walau harus berkejaran dengan satpol PP.

PS : khusus buat saya pribadi dan teman-teman kantoran, banyak-banyak bersyukur, karena kita dengan duduk di ruang AC, rezeki sudah bisa diperoleh, tidak perlu kejar-kejaran dengan petugas.

 

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in aku dan sekitar, dunia kerja. Bookmark the permalink.

2 Responses to Rezeki

  1. Pisenk says:

    Nasi uduk+telor dadar+gorengan 2 = 7000 rupiah saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s