Pogung

Kadang training itu bisa bias maknanya nya dengan liburan. Demikianlah yang terjadi ketika aku diminta menghadiri training di kota yang sarat dengan kenangan masa lalu, Jogjakarta. Kota yang sangat ramah dan menyenangkan dengan atmosfernya yang berbeda dengan kota lain yang pernah aku singgahi. Agenda wajib setiap menjejakkan kembali ke kota ini adalah aku pasti menyusuri jalan-jalan yang dulu sering aku lewati, atau tempat-tempat yang pernah didatangi. Dan kali ini selepas training, aku menyempatkan diri untuk menyusuri lagi labirin-labirin kawasan Pogung Dalangan, tempat kos ku dulu. Perubahan itu adalah sebuah keniscayaan, demikian juga kawasan ini. Dan yang paling tidak banyak berubah tentu saja selokan Mataram itu. Sepanjang arah selatan selokan Mataram ini dulunya berjejer tempat makan, usaha fotokopian dan warung-warung. Namun, kali ini mau tak mau mataku terfokus pada bangunan apartemen tinggi nan megah menjulang yang berdiri di sebelah jalan. Seperti kota-kota lain dimana banyak dijumpai kampus, kawasan ini pun sudah mulai bergeser dari kos-kosan menjadi apartemen sebagai alternatif untuk mahasiswa tinggal. Fenomena ini juga terlihat di kawasan Depok dekat tempat tinggal ku, dimana ada kampus UI dan Gunadarma yang pastinya diisi oleh banyak mahasiswa dan efeknya pembangunan apartemen semakin masif dilakukan. Kabarnya apartemen yang ada di selokan Mataram itu semua kamarnya sudah penuh terisi, dan juga  kabarnya kos-kosan seperti yang dulu aku huni makin tidak banyak peminatnya, orang-orang lebih memilih kos dengan fasilitas lengkap seperti AC dan kamar mandi didalam kamar walau mesti dengan sewa perbualan yang pastinya mahal. Ini efek domino, ketika subsidi untuk perguruan tinggi dicabut, mau tak mau kampus harus mencari cara untuk memenuhi anggaran belanja mereka, akhirnya biaya kuliah makin mahal dan yang bisa masuk tentu saja orang-orang yang ekonomi nya lebih baik. Dan pada umumnya mereka datang dari keluarga yang berkecukupan dengan standar hidup diatas rata-rata jika dibandingkan jaman ku dulu. Dan akhirnya standar hidup itu terbawa dengan standar hidup kos-kosan dengan fasilitas yang aku sebutkan tadi.

Tempat makan Pak Gogon, begitu dulu kami menyebutnya. Adalah sebuah tempat makan kecil yang terletak beberapa meter dari kosanku. Ketika aku melintas tempat ini masih ada, sayang aku tidak punya banyak waktu untuk kembali makan di warung ini dengan menu nasi pecel dan tempe goreng khas itu. Aku masih ingat setiap kali makan ke warung ini pasti akan disuguhi  suasana gelap yang temaram. Ini dia kosanku dulu, masih sama seperti dulu hanya bangunannya tampak lebih tua. Apakah masih ada yang kos disini atau sudah tak laku karena mahasiswa lebih memilih tempat kos dengan fasilitas “wah” tadi ? Niat ingin mampir dan ketemu ibu kos aku batalkan melihat rumah kos ini tertutup rapat, sepertinya Bapak dan Ibu Simun lagi pergi. Aku sangat menikmati masa-masa di sini, sore sering kami habiskan sekedar nongkrong di tangga menuju lantai dua sembari menikmati kopi dan menunggu senja. Tiga perempat impian ku dirancang di tempat ini, dari kamar kecil yang terletak di ujung di dekat kamar mandi yang jika jendela nya dibuka maka akan terdengar jelas suara keluarga ibu kos di bawah dan nyanyian cempreng dari kosan sebelah. Sisanya tak banyak berubah, hanya warung-warung makan dulu kerap aku singgahi yang kini rata-rata sudah berlantai dua dan tempat penyewaan komik dulu sepertinya sudah tidak ada. Tak ada lagi mungkin anak mahasiswa yang suka komik, mungkin berganti dengan racun media sosial.   Aku terus berjalan, dan labirin Pogung masih sama, sempit dan berkelok.

collec 1

Labirin Pogung

collec 2

Selokan Mataram yang tidak berubah dengan latar belakang apartemen mahasiswa di belakangnya.

pic 4

Wisma Pahlevi dari kejauhan, tempat kos dulu. 

 

Advertisements

About kalasenja

sedang mempersiapkan senja paling indah untuk pulang...
This entry was posted in aku dan sekitar, liburan, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s